GR (NAGEKEO) – Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda Sada memberikan informasi terkini berkaitan penanganan covid-19 di Nagekeo.
Dikatakannya bahwa Kabupaten Nagekeo saat ini kembali ke Zona Hijau setelah Pasien #09 dari Puskesmas Boawae dinyatakan sembuh pada Rabu (16/9/2020). Dengan demikian, dari total 9 kasus terkonfirmasi positif covid-19 berdasarkan swab test, semuanya dinyatakan selesai masa isolasi atau sembuh.
Kita patut memberi apresiasi dan hormat kepada segenap tim satgas, terutama para tenaga kesehatan, TNI-POLRI dan relawan covid-19 yang hingga hari ini terus giat menegakan disiplin protokol kesehatan pencegahan covid-19.
“Kami tegaskan, terutama kepada para pelaku perjalanan yang baru tiba dari zona merah, agar jangan ragu melaporkan diri ke RT dan petugas kesehatan terdekat untuk didata dan selanjutnya melakukan karantina mandiri secara ketat dan bertanggung jawab”, ujar Sil Teda.
Memang diakui, bahwa masih ada kejadian yang diharapkan jangan sampai terulang lagi. Ada oknum warga dari Puskesmas Danga yang terindikasi tidak mematuhi protokol kesehatan.
Dijelaskan Sil Teda bahwa setelah tiba dari zona merah (Jakarta) pada 23 Agustus 2020, yang bersangkutan lakukan karantina mandiri. Pada tanggal 4 September 2020, yang bersangkutan secara swadaya melakukan rapid test di salah datu klinik di kota Mbay, dan hasilnya Reaktif. Hasil ini tidak dilaporkan ke puskesmas, baik oleh yang bersangkutan maupun oleh pihak klinik.
Lalu pada tanggal 15 September 2020, warga bersangkutan minta rapid test lagi di Puskesmas Danga untuk suatu urusan penting, dan hasilnya ternyata masih Reaktif. Saat itu baru diperoleh informasi kronologis kasusnya, sehingga yang bersangkutan langsung diminta karantina mandiri untuk persiapan pengambilan Swab.
Meski sempat menolak, yang bersangkutan masih mau diedukasi dan diajak bekerja sama untuk menjalani karantina di Puskesmas Danga karena secara teknis kenyamanan, rumahnya tidak layak untuk karantina.
“Diupayakan pada Kamis (17/9), warga bersangkutan sudah bisa masuk karantina untuk tindakan penanganan selanjutnya, dan bila memungkinkan, Tim Satgas sendiri yang akan turun menjemput”, ujar Silvester Teda Sada, S.Fil.
Kejadian seperti ini, apalagi setelah beberapa hari tidak lapor kasus reaktif untuk diikuti swab test, tentu merupakan kondisi yang sangat membahayakan diri dan orang lain di masa pandemi virus corona ini. Kita berharap hasil swabnya negatif. Kalau hasil swab-nya positif, maka tim satgas sangat direpotkan dan bekerja ekstra keras untuk melakukan penelusuran riwayat kontak erat selama beberapa hari ketika yang bersangkutan tidak karantina secara ketat dalam pengawasan petugas.
“Sekali lagi, kerja sama dan kesetiaan setiap warga, sangat membantu kita semua untuk terhindar dari ancaman virus mematikan ini, sehingga Nagekeo dan kita semua tetap bertahan dalam area Zona Hijau”, tegas Sil Teda. (Jhonatan Raga)









Komentar