GR (Ende)- Gereja Katolik Paroki Salib Suci Maurole, Kabupaten Ende kembali melaksanakan Misa Ekaristi, Minggu (19/07/2020).
Perayaan Ekaristi di Gereja Paroki Salib Suci Maurole berlangsung secara outdoor (luar ruangan), dipimpin langsung Pastor Paroki Salib Suci Maurole, RD Josal Petrus Baleng.
Sebelumnya, Gereja ditutup kurang lebih empat bulan sejak bulan Maret 2020 lalu akibat pandemi Covid-19. Sebagai alternatifnya umat hanya bisa mengikuti misa (termasuk perayaan Pekan Suci) melalui jaringan video streaming di rumah masing-masing.
Meskipun masih berlangsung di tengah pandemi yang belum usai, peribadatan dapat berlangsung umat pun tertib sesuai arahan protokol kesehatan.
Pantauan media GerbangRepublik.com dalam adaptasi kebiasaan Hidup Baru di tengah Pandemi Covid-19, Protokol kesehatan ketat diberlakukan, para umat yang mengikuti perayaan hari ini dibagi tiga kali Misa, yakni Misa Pertama Pukul 06:30 WITA, Lingkungan Maurole dan Nanganio, dan lingkungan Mausambi, Detuara dan Mauwaru misa Kedua Pukul 08:00 WITA, dan Misa ketiga di Stasi St. Yoseph Kedoboro pukul 10:00 WITA.
Sejumlah protokol kesehatan yang wajib dilaksanakan umat yang beribadah di gereja, yakni umat wajib memakai masker,
Kemudian, umat diarahkan pintu masuk dan di cek suhu badannya, memasukan Kolekte/persembahan sebelum peribadatan, umat diarahkan untuk mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu yang telah disediakan, dan dalam menempati tempat duduk setiap orang dengan konsep jaga jarak.
Pastor Paroki Salib Suci Maurole, RD Josal Petrus Baleng, mengutarakan bahwa kesempatan untuk normalisasi kegiatan keagamaan di tengah Pandemi Covid – 19, ini setelah Pemerintah Kabupaten Ende melalui tim gugus tugas penanganan pencegahan dan penyebaran Covid -19, telah mengumumkan pemberlakuan masa new normal sejak tanggal 14 Juni 2020.
Seruan ini, Lanjut RD Josal (Sapaan Akrab) Gereja Katolik Keuskupan Agung Ende berjuang untuk menerapkan tatanan new normal, tata cara hidup baru atau protokol tatanan hidup baru dalam kehidupan gerejani. Bapa Uskup Agung Ende, memberikan optimisme melalui jurus iman untuk memulai kembali kegiatan pastoral keagamaan tetapi dengan tatanan baru. Pemberlakuan ini dimulai Hari Minggu, 05 Juli 2020 untuk paroki se- keuskupan Agung Ende.
” Di Paroki Salib Suci Maurole baru dilaksanakan mulai pekan ini setiap pekan Misa Ekaristi New Normal dilaksanakan Sabtu dan Minggu di empat stasi, peribadatan ini diijinkan misa di gereja,untuk berdoa mingguan umat di KUB serta kedukaan belum diijinkan atau dilayani,” Tandasnya.
Diharapkan umat dapat mematuhi segala peraturan protokol kesehatan dalam tata cara peribadatan dengan kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung ini.
” Protokol kesehatan sangat menjadi perhatian. Protkol kesehatan adalah panglima, umat harus mendukung dan bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dalam penerapan new normal. Semoga Badai Virus ini cepat berlalu,” Tegasnya.
RD Josal diakhir kotbahnya berpesan kepada pengurus lingkungan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan liturgi Ekaristi minggu depan.
M E Kris Paso, ketua KUB St Mikael Lingkungan Mausambi, mengaku terharu dan antusias mendengar kabar Gereja kembali membuka ibadah, ia sudah sangat merindukan beribadah di gereja dan menerima komuni secara langsung.
“Sangat rindu datang ke gereja, selama ini live streaming tiga bulan terakhir ini, tapi masih merasa ada yang kurang, karena tidak menerima komuni, bagi umat Katolik, Komuni menjadi kekuatan kehidupan rohani,” ungkapnya
Ia pun berharap bahwa dalam memasuki tatanan new normal tetap memperhatikan protokol-protokol kesehatan yang sudah kita jalani selama situasi pandemi yakni wajib memakai masker saat keluar rumah, kemudian sesering mencuci tangan dan juga kita tetap harus menjaga jarak paling sedikit ada 1 Meter. (Paschal Bani)






Komentar