7 Calon Imam Ditahbiskan Jadi Diakon, 3 Orang Asal Nagekeo

GR (NAGEKEO) – Sebanyak 7 orang frater calon Imam ditahbiskan menjadi Diakon oleh Uskup Keuskupan Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota pada Minggu (19/7/2020) bertempat di Kapela St. Maria Ratu Para Imam Ndona, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Ketujuh frater calon imam tersebut yakni : Fr. Benidiktus Rafael Loy Djata, Fr. Ceslaus Alfonsus Goa Djo, Fr. Gabriel Posenti Wara, Fr. Laurensius Feto, Fr. Lasarus Didimus Bhute, Fr. Viktorianus Ghea Naga, Fr. Yanuarius Due Kolin.

Berdasarkan informasi yang diperoleh gerbangrepublik.com, 3 orang Frater yang ditahbiskan menjadi Diakon itu merupakan putra asal Nagekeo, yakni : Diakon BENIDIKTUS R. LOY DJATA (Putra dari pasutri Bpk. Lambertus Djata dan Mama Sin Songkares), dan Diakon CESLAUS A. GOA DJO (Putra dari pasutri Bpk. Elias Djo dan Mama Epdiana Nago) dari Paroki Stella Maris Danga, Mbay, Nagekeo.

Mgr. Vincentius Sensi Potokota dalam khotbahnya mengatakan bahwa tema Perayaan Ekaristi hari ini adalah “DENGARKANLAH DIA”. Dia itu adalah Yesus sendiri. Apa yang perlu dan harus kita dengar? Kita coba mendengarkan apa kata Yesus berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab pelayanan itu.

“Pasti akan selalu ada tantangan dari setiap maksud baik di dalam pelayanan. Itu pasti akan dialami siapa saja, secara khusus para diakon, para imam, atau fungsionaris pastoral pada umumnya selalu akan berhadapan dengan tantangan”.

Semua tantangan itu telah dirinci oleh Yesus melalui perumpamaannya hari ini yaitu selalu ada kekuatan baik atau kebaikan dan ada pula kekuatan jahat atau kejahatan. Mengapa ini menjadi tantangan, karena seorang pelayan harus menentukan sikap. Seorang Diakon harus memilih. Oleh karena itu, saya ingin mengajak kita sekalian untuk membingkai peristiwa tahbisan Diakon atau tahbisan para pelayan ini dibawah penjabaran dari tema kita dengan judul seperti ini : “DI TENGAH YANG BAIK DAN YANG JAHAT, KENDALI ADA PADA YESUS, KRISTUS, TUHAN DAN GURU KITA”.

Perumpamaan Yesus hari ini mengingatkan kepada setiap pelayan bahwa benih kebaikan yang mau ditaburkannya tidak akan pernah tumbuh, berkembang dan menghasilkan rahmat kebaikan dengan mulus atau dengan gampang. Selalu akan dihimpit oleh ilalang kejahatan. Sebaik apapun niatmu.

“Namun, Yesus juga memberikan senjata yang bisa kita gunakan untuk berhadapan dengan ilalang kejahatan itu, yaitu dengan KEWASPADAAN dan PEMBEDAAN antara yang baik dan yang jahat. Oleh karena itu, kita juga butuh bantuan khusus dari Yesus, sang guru kita sendiri. Agar kendali itu ada dalam genggaman kita untuk menentukan mana benih baik dan mana ilalang”, ujar Uskup Keuskupan Agung Ende ini. (Jhonatan Raga).

Komentar