GR (Pesawaran ) – Salah satu upaya pemerintah mendukung destinasi wisata, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten memberi kesempatan pengelola wisata untuk membuka tempat wisatanya kembali setelah ditutup untuk memutus rantai penularan Corona -19.
” komitmen pemerintah daerah dengan para pengelola wisata dan Polres Pesawaran hari ini (Senin, 15/6/2020) mulai diperbolehkan membuka tempat wisata, akan tetapi dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan,” ujar Bupati Pesawaran.
Kendati demikian, kata dia, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap tempat wisata yang akan mulai melakukan aktifitasnya. “Kita juga nanti ada form check list, untuk melihat sejauh apa kesiapan dari tempat wisata tersebut, mulai dari penerapan protokol kesehatannya hingga fasilitas pendukung,” katanya.
“kita akan tutup sementara lagi tempat wisata tersebut, apabila dalam membuka usaha tidak memenuhi SOP yang sudah kita tetapkan,” tambahnya.
Untuk itu, pihaknya juga akan melibatkan tim GTPP Covid-19 tingkat desa dalam hal pengawasan disejumlah tempat wisata.
” Untuk pengunjung di daerah wisata pengunjung juga harus dibatasi hingga 50 persen. Dalam hal pengawasan, kita akan memberdayakan tim gugus tugas tingkat desa untuk melakukan pengawasannya, yang akan terintegrasi dengan tim GTPP Covid-19 Kabupaten Pesawaran,” tambahnya.
Sementara itu, Ibnu salah satu pengelola wisata air terjun Anglo, di Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Ratai mengatakan, pihaknya telah membuka tempat wisata tersebut. “Kami hari ini mulai buka mas, tapi memang masih sepi pengunjung yang datang, mungkin masih banyak yang belum tahu,” katanya.
Dijelaskannya, pihaknya telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung untuk beroperasi ditengah pandemi Covid-19. “Sesuai anjuran Pemerintah, kita telah mempersiapkan therma gun, desinfektan dan tempat cuci tangan, sebelum masuk semua pengunjung akan kita cek suhu tubuhnya, jika ada yang suhu tubuhnya tinggi, maka tidak akan kita izinkan untuk masuk kesini,” jelasnya.
Disisi lain, Kepala Desa Pahawang Ahmad Salim menyatakan hingga saat ini belum mengizinkan wisatawan datang ke daerahnya. “Sekarang belum kita buka mas untuk pulau Pahawang, karena berdasarkan data kita, hampir 60 persen wisatawan yang berkunjung berasal dari luar Lampung, seperti Palembang dan Jakarta, sedangkan daerah tersebut merupakan salah satu daerah zona merah penyebaran Covid-19,” ucapnya.
“Maka dari itu, kami telah bermusyawarah bersama dengan masyarakat Pahawang dan Ketapang, untuk lebih memperketat pengawasan terhadap wisatawan yang akan datang, diantaranya dengan mengedepankan protokol Kesehatan, dan rencananya kami juga akan mengajak para agen travel wisata di Pahawang bermusyawarah terkait hal ini,” timpalnya.
Ia pun menerangkan perlu adanya sinergitas yang baik antara masyarakat Pulau Pahawang, agen travel wisata dan Pemerintah Daerah dalam penanggulangan Covid-19. “Wisata pulau Pahawang ini kan berbasis masyarakat, makanya perlu koordinasi yang baik sebelum membuka tempat wisata ini, dan kami siap mengikuti aturan pemerintah mengenai apa saja yang perlu dilakukan untuk mulai membuka kembali wisata Pahawang,” tutupnya.(red)






Komentar