GR (Nira Nusa,Ende,NTT) – Wisata jembatan bambu hutan “Mangrove” di Desa Nira Nusa dalam dua pekan kedepan akan ditutup sementara.
Penutupan tempat wisata jalur utara yang menjadi tranding dimedia Sosial baik, Facebook, Instagram, Youtube serta Twitter ini dikarenakan beberapa fasilitasnya ambruk akibat cuaca serta membludaknya para pengunjung wisata ini yang melebihi kapasitas.
Demikian diungkapkan Sekretaris Desa Nira Nusa, Kecamatan Maurole, Muharif Dhiga saat ditemui media ini melalui di Lokasi Mangrove, Selasa, (22/06/2020)
Pria yang disapa akrab Nando ini mengaku, sesungguhnya wisata ini belum dibuka untuk umum, namun karena tempat ini sudah terlampau viral di media sosial (Medsos) akhirnya pengunjung dari berbagai wilayah membanjiri tempat ini, dan berakibat jebol alias ambruk pada Minggu sore (21/06/2020)
“Kemarin setelah sejumlah pengunjung kembali jembatan bambu tersebut ambruk, karena pengunjung melebihi kapasitas,” Kata Sekdes Nira Nusa
Lebih lanjut, Katanya beberapa Pekan terakhir cuaca alam seperti angin kencang disertai ombak besar sepanjang bulan Mei – Juni ini membuat konstruksi jembatan bambu ini agak goyang, sehingga berdampak pada ambruknya jembatan bambu ini.
” Untuk kualitas kayu maupun bambu masih sangat layak pakai, fatalnya robohnya jembatan bambu ini adalah cuaca kurang bersahabat baik ombak serta angin nya sangat hebat, pasalnya tingginya ombak melampaui jembatan dan dorongan ombakpun membuat tiangnya goyang, ditambah lagi pengunjungnya membeludak,” Ujar Nando
” Hari ini kami sudah mulai kerja, peralatan untuk kerja semua itu dari swadaya masyarakat dan untuk dua minggu kedepannya spot wisata ini kita tutup untuk umum,” Tambahnya.
Sisi lain, Ia akui bahwa selama kunjungan wisatawan ke tempat ini soal dampak ekonominya ke masyarakatnya sudah mulai terasa karena dengan kunjungan ini masyarakat sudah bisa menjual minuman seperti air kelapa, kopi, dan makanan lainnya
“Lalu untuk hasil dari spot wisata ini setiap akhir pekan kita bisa peroleh 300 – 800 ribu setiap kali kunjungan, makanya dalam dua minggu kedepan kita fokus untuk perbaiki lagi jembatan bambu ini, dan spot wisata ini kita tutup untuk sementara.” kata Dia.
Sesuai data dihimpun media, wisata jembatan bambu hutan manggrove di desa Niranusa yang di kerjakan secara multiyears mulai tahun anggaran 2018 sebesar 180 juta, tahun anggaran 2019 sebesar 50 juta, dan tahun anggaran 2020 sebesar 48 juta, yang bersumber dari dana desa (DD).
Sementara ditempat yang berbeda, Salah satu Admi pengelolah/admin halaman Facebook Maurole yang tidak menyebutkan namanya menguraikan, bahwa Kreatif dan Proficiat, perlu kita berikan kepada masyarakat dan pemerintah desa Nira Nusa, karena menyadari betul potensi yang mereka miliki, sehingga dimanfaatkan dengan membuat wisata kreatif Jembatan Bambu, melintasi hutan Mangrove di pesisir pantai Nira Nusa. Dibangun sejak beberapa tahun lalu, secara bertahap, melalui penganggaran dana desa.
Belum sempat disiapkan sebaik mungkin, juga diresmikan, perbincangan tentang Jembatan Bambu Mangrove Nira Nusa ikut terhenti seiring pandemi Covid-19.
Akhir bulan Mei, ketika aktivitas luar rumah mulai diperbolehkan, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, yang suka berwisata mulai bersemangat kembali. Maka mulailah. Tempat wisata di Pantai Utara Kabupaten Ende yang awalnya cuma dikenal Pantai Enabara di Desa Aewora – Kec. Maurole, kembali dipadati pengunjung dari luar daerah. Begitupun terjadi dengan Wisata Jembatan Bambu Mangrove Nira Nusa.
Saat mengunjungi pantai Enabara, sempat terdengar celetuk dari para pengunjung yang diketahui berasal dari kota Ende. “Kami suka berada di sini, tetapi kami harus segera pulang, karena harus juga foto-foto di Nira Nusa dan Pelabuhan Mini Ropa. Kami yakin, menikmati sunset di Nira Nusa pasti tak kalah menariknya dengan di Pantai Enabara”. Begitulah, komentar pengunjung yang tentu saja sangat menyukai tempat-tempat wisata lokal di Pantai Utara Kabupaten Ende.
Tiga minggu terakhir, jalanan di pesisir pantai utara benar-benar terasa beda, hingar bingar, hilir mudik kendaraan sangat terasa. Bahkan para orangtua sampai harus berkali-kali mengingatkan putra-putrinya agar tidak bermain di jalanan karena sedang ramai.
Efeknya mulai terasa, pengunjung datang dari berbagai daerah dan tentu saja yang kecipratan rejeki bukan cuma satu orang. Pemilik usaha jualan di pantai Enabara mulai tersenyum kembali bahkan pemilik usaha warung makanan besar di kota kecamatan Maurole pun tak luput dari rejeki.
” Suatu senja, beberapa hari lalu, saya berkunjung ke obyek wisata Jembatan Bambu Mangrove Nira Nusa. Sengaja tak diambil di hari Minggu, karena saya yakin pasti akan sangat banyak pengunjung. Tetapi sama saja. Memasuki area Pintu masuk Jembatan Bambu Mangrove ternyata telah banyak kendaraan roda dua maupun empat yang parkir. Sudah pasti pengunjungnya pun banyak. Ternyata belum ada penjagaan. Seorang warga berkomentar ketika ditanya, belum ada pungutan, kami hanya minta uang parkir, untuk kendaraan yang kami jaga. ” Ungkap Admin
Ia mengaku senang akhirnya dapat melintasi jembatan bambu yang sudah ditata sangat baik. Namun apa hendak dikata, di beberapa bagian, kondisinya memang tak terlalu mendukung. Akibat pasang, ombak dan hujan lebat, lopo tempat istirahat di tengah jembatan telah ambruk, sisi jembatan yang lain nampak miring. Khusus untuk jembatan, ternyata terangkat tiang-tiang yang menjadi penopangnya akibat ombak.
Dan ketika pengunjung semakin padat seperti pada seminggu terakhir dan membuat hati yang belum berkunjung semakin rindu dan penasaran, warga dan pemerintah sepakat menutup sementara kunjungan ke tempat ini.
“Jadi, khusus untuk yang sempat berkunjung, netizens, jika memang ada hal-hal yang mengganjal saat kunjungan anda ke Jembatan Bambu Mangrove Nira Nusa, yakinlah itu bukan karena ada oknum-oknum yang mau memanfaatkan kesempatan, tetapi karena warga dan pemerintah setempat masih berproses untuk menyiapkan tempat tersebut lebih nyaman buat kita. ” Ujar Admin
Ia juga menghimbau hal tersebut tak perlu dibully, kalau baru viral sudah roboh, atau tentang adanya tiket yang tak masuk akal. Lebih baik mari kita beri saran, agar mereka semangat untuk menata lebih baik untuk kenyamanan dan kepuasan kita, juga untuk cerita yang indah yang dapat kita bawa pulang nanti. (Paschal Bani)





Komentar