GR ( ENDE)- Setelah kisaran dua pekan wisata Mangrove Nira Nusa ditutup akibat jembatanny ambrol, saat ini pihak pengunjung sudah bisa kembali datang untuk menikmati keindahan alam sekitar dengan mengikuti protokol kesehatan covid -19 menuju New Normal.
Menurut Sekretaris Desa (Sekdes) Nira Nusa, Kecamatan Maurole, Muharif Dhiga Wisata jembatan bambu hutan “Mangrove” di Desa Nira Nusa kembali dibuka pekan ini dimana sebelumnya, Sekdes disapa akrab Nando mengatakan ditutupnya tempat rekreasi akibat jembatan jebol alias ambruk pada Minggu (21/06/2020) lalu.
” Insya Allah setelah melakukan perbaikan beberapa fasilitas yang rusak dalam waktu dua minggu terakhir ini, akhirnya spot Wisata Mangrove mulai hari Minggu, (12/07/2020) sudah bisa dibuka lagi untuk umum.” Ungkap Nando saat ditemui Media Dikediamannya Kamis, (09/07/2020) Malam.
Namun, Nando mengingat dengan tegas para pengunjung yang berminat mengunjungi wisata ini harus mematuhi protokol kesehatan.
” Saat ini kita masuk tatanan new normal di tengah Pandemi Covid-19, maka kepada pengunjung yang berminat untuk mengunjungi spot Wisata Mangrove diharapkan untuk mematuhi protokoler sesuai keadaan New Normal dan Protokoler penggunaan sarana prasarana wisata, nanti akan dipandu oleh petugas kami, sehingga satu hati kita memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dalam penerapan new normal ini .” Harap Nando.
Selain itu, untuk mengunjungi wisata ini setiap pengunjung akan dikenai biaya karcis masuk seharga Rp. 5000, dan Biaya parkir yakni Kendaraan roda 2 : Rp. 2000 dan Kendaraan roda 4 : Rp. 5000.
” Adapun lainnya seperti aneka minuman yang disaji Kelapa Muda siap saji : (Rp. 10.000)Kopi Panas ( Rp. 5000), dan Kebutuhan lainnya akan dikondisikan dilapangan, serta tersedia Sewa Kamera Drone DJI Movic 2 Pro, Lazy Bag, Kemhon,” Tambah Nando.
Berita sebelumnya wisata jembatan bambu hutan “Mangrove” di Desa Nira Nusa ditutup pada dua pekan lalu.
Penutupan tempat wisata jalur utara yang menjadi tranding dimedia Sosial baik, Facebook,Instagram,Youtube serta Twitter ini dikarenakan beberapa fasilitasnya ambruk akibat cuaca kurang bersahabat baik ombak serta anginnya sangat hebat, pasalnya tingginya ombak melampaui jembatan dan dorongan ombakpun membuat tiangnya goyang, serta membludaknya para pengunjung wisata ini yang melebihi kapasitas pada Minggu (21/06/2020). Sehingga dalam dua pekan lalu Selasa, (22/06/2020) mulai dikerjakan/rehab kembali hingga selesai dan akan dibuka kembali.
Sesuai data dihimpun media, wisata jembatan bambu hutan manggrove di desa Niranusa yang di kerjakan secara multiyears mulai tahun anggaran 2018 sebesar 180 juta, tahun anggaran 2019 sebesar 50 juta, dan tahun anggaran 2020 sebesar 48 juta, yang bersumber dari dana desa (DD).
Dan wisata ini belum dibuka untuk umum atau diresmikan wilayah setempat, namun karena tempat ini sudah terlampau viral di media sosial (Medsos) akhirnya pengunjung dari berbagai wilayah membanjiri tempat ini Sehingga wisata ini dibuka bagi para pengunjung. ( Paschal Bani)










Komentar