GR (NAGEKEO) – Tak lama lagi warga Desa Alorawe bakal menikmati jembatan yang menghubungkan Desa Alorawe, Kecamatan Boawae dan Desa Tengatiba, Kecamatan Aesesa Selatan. Hal Ini ditandai dengan dilakukannya peletakkan batu pertama pembangunan jembatan Dadhowawo – Alorawe pada Rabu (16/9/2020).
Masyarakat Desa Alorawe sangat bergembira dan antusias karena hingga saat ini Desa Alorawe merupakan salah satu desa terpencil di Kabupaten Nagekeo. Akses menuju Alorawe sangat sulit dan nyaris tidak bisa dilewati kendaraan roda apalagi roda empat. Untuk menuju ke Alorawe, harus melewati jalan yang sempit dan terjal serta harus menyebrangi sungai Aesesa. Saat musim hujan dengan arus sungai yang deras, akses ke Alorawe terputus.
Persoalan yang sangat dirasakan masyarakat Desa Alorawe saat ini adalah tidak memiliki jembatan penyebarangan. Pada musim hujan, masyarakat di desa tersebut harus melawan arus sungai apabila hendak menuju Kecamatan ataupun Kabupaten.
Wabup Marianus Waja pada acara peletakan batu tersebut mengatakan bahwa jembatan ini sangat dibutuhkan warga terutama di saat musim hujan. Mengatasi kesulitan akses dengan sedapat mungkin mengupayakan fasilitas jembatan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Pada intinya sedapat mungkin mengurai persoalan utama yang dihadapi masyarakat Desa Alorawe saat ini.
“Jembatan ini untuk mendukung aksesbilitas masyarakat Desa Alorawe dengan harapan dapat mendorong sektor ekonomi, sosial, dan sektor lainnya sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat”, ungkap Wabup Marianus Waja.
Sementara itu Adrianus Ema, Penjabat Kepala Desa Alorawe mengatakan bahwa masyarakat Desa Alorawe melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebelumnya telah bersepakat menggunakan Dana Desa untuk membangun jembatan ini. Karena sangat vital dan urgent dibutuhkan masyarakat Desa Alorawe, maka Dana Desa juga digunakan untuk bangun jembatan yang menghubungkan Desa Alorawe dan Desa Tengatiba ini”, ujarnya.
“Kami alokasikan Rp.326.000.000.- untuk pembangunan abutment dan bangunan aksesoris. Sedangkan gelagar serta urugan dan oprit kami minta bantuan dari Dinas PUPR. Tenaga perencanaan dan pengawas teknis dari Dinas PUPR, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Tenaga Pendamping Teknis Desa Alorawe”, lanjut Adi Ema.
Warga nampak sangat antusias menyambut kehadiran fasilitas ini. Minimal dapat mengatasi kesulitan akses transportasi untuk melintasi sungai Aesesa terutama pada saat musim hujan. Selama ada peluang, potensi maupun sumber daya sepanjang masih ada dan berfungsi kiranya bisa dimanfaatkan optimal untuk kepentingan banyak orang. (Jhonatan Raga)








Komentar