GR (ENDE) – Sesuai penjabaran peraturan Bupati Ende : Nomor 21 Tahun 2020 yaitu dikeluarkannya pengumuman yang berasal dari Bupati Ende Nomor : PKP.489/39/VI/ 2020 tentang penerapan New Normal, Gugus Tugas Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, menanggapinya dengan mulai melaksanakan Edukasi Sosialisasi tentang penerapan tersebut.
Kegiatan dengan agenda evaluasi Covid-19 serta Sosialisasi penerapan New Normal ini bertempat Aula Rapat Kantor Camat Maurole, Rabu (08/07/2020) dan dipimpin langsung Camat Maurole dan dihadiri Kapolsek Maurole, Babinsa, Kepala Puskesmas Maurole, Para Tokoh Agama di tiga tungku (Pastor, pendeta dan Imam Masjid) serta para Kepala Desa se Kecamatan Maurole.
Camat Maurole sekaligus ketua tim Gugus Tugas Covid -19 Leni Fransiskus dalam arahannya menyebutkan penerapan new normal merupakan penerapan baru dalam kehidupan dampak dari Covid-19. Maka terkait itu masyarakat harus terlebih dahulu memahami apa itu new normal, dengan cara dilakukannya edukasi oleh Tim Gugus Tugas baik di tingkat kabupaten, kecamatan hingga Desa.
” Dalam edukasi ini didasari kesepakatan bersama untuk normalisasi aktivitas masyarakat akan kembali seperti biasa, seperti yang kerja di instansi pemerintahan (kantor), kegiatan keagamaan dan lainnya akan kembali seperti biasa. Hanya saja ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi yang berkaitan dengan protokol kesehatan,” Jelasnya.
Dipaparkannya , new normal adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan yang sebelumnya tidak ada sebelum pandemi, sehingga para kepala Desa serta para pemuka Agama berserta TNI/Polri bersatu hati mensosialisasikan kebiasaan hidup baru di tengah Pandemi Covid-19 yang belum surut kepada masyarakat ataupun Umat untuk tetap mengikuti protokoler kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 untuk menghadapi new normal.
Lebih lanjut Leni menegaskan bahwa wilayah Maurole memiliki sejumlah tempat wisata serta jalur tikus yang menjadi sasaran Keluar masuknya kapal motor luar daerah, oleh karenanya Tim Gugus tugas Covid-19 harus benar-benar bersinergi dengan para tim Covid 19 di Desa khususnya Desa di Pesisir Pantai.
” Sampai saat ini sudah normal bukan berarti Kita terbebas dari virus ini, lebih khusus wilayah pesisir atau Desa yang memiliki tempat wisata harus dijaga secara intens bagi para pengunjung, dengan teknis pelaksanaan kegiatan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Kemudian menggerakkan kepedulian dimasyarakat dalam bekerjasama untuk mematuhi kebijakan pemerintah dengan cepat tanggap dalam penanganan cegah virus Covid-19 di wilayah Kecamatan ini,”Tegasnya.
Semantara itu, menanggapi arahan Camat Maurole, pihak keamanan yang diwakili Kapolsek Maurole Gusty N Murya menegaskan untuk tetap mendukung dan bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dalam penerapan new normal.
” Dengan itu saya mengajak perlunya memberikan pemahaman kepada masyarakat terus menerus dalam menyikapi pola hidup baru atau New Normal dangan mendasari kebijakan pemerintah dengan tetap mengacu kepada protokol kesehatan dalam pelaksanaan kehidupan sehari-hari khususnya di tempat keramaian,” Ujar Kapolsek
Kepala Puskesmas Maurole Maria Kristina Londa menegaskan bahwa dalam memasuki tatanan new normal tetap memperhatikan protokol-protokol kesehatan yang sudah kita jalani selama situasi pandemi yakni wajib memakai masker saat keluar rumah, kemudian sesering mencuci tangan dan juga kita tetap harus menjaga jarak paling sedikit ada 1 Meter.
” Dari 3 item itu tentu dari pihak kesehatan tidak bisa bekerja sendiri dan kalau kami bekerja sendiri tentu hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, dengan demikian kepada kita semua yang khusunya para kepala Desa di 13 Desa Mohon bantuannya untuk tetap Jangan pernah bosan – bosan untuk menyampaikan protokol kesehatan itu kepada masyarakat, adanya pemberlakuannya sistem tatanan hidup baru,” Tandasnya.
Selain itu senada dengan FKUB berkomitmen untuk barsatu hati mengihimbau kepada umatnya untuk memetus mata rantai pedemi Covid-19 dimasa New Normal dangan menyesuaikan terapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan ibadah, namun ada beberapa sarana-prasarana fasilitas kesehatan yang yang masih seperti masker, APD, thermogun, dengan harapan apabila desa dan Puskesmas memiliki sarana tersebut sama-sama melekngkapi demi kelancaran penerapan pola hidup baru dalam ibadat keagamaan.
Pastor Paroki Salib Suci Maurole, RD Josal Petrus Baleng, mengaku telah menggelar pertermuan persiapan adaptasi kebiasaan Hidup Baru di tengah Pandemi Covid-19. pada tanggal (03/07/20).
Dalam pertemuan tersebut, Lanjut Dia menghasilkan beberapa kesepakatan yang diambil sebagai hasil dari pertemuan sekaligus Rancangan tindak lanjutnya:
1. Pembentukan panitia internal tanggap Covid-19 di tingkat stasi dan lingkungan dalam koordinasi dengan Tim gugus tugas Covid-19 kecamatan demi kelancaran sosialisasi dan edukasi kebiasaan hidup baru.
2. Penerapan 3 tahap cegah Covid-19: Pake Masker, Cuci tangan dan jaga jarak sebagai sebuah budaya atau kebiasaan/ pola hidup baru.
3. Fokus pada persiapan menuju adaptasi kebiasaan hidup baru mulai dari KUB hingga Stasi dalam pengadaan Sarana prasarana / fasilitas kesehatan tanggap Covid-19 (sarana cuci tangan, masker, handsanityser, APD, thermogun) di Gereja / kapela.
4. Edukasi dan Simulasi persiapan perayaan Ekaristi di tingkat lingkungan dan stasi.
5. Pembenahan Tatib dan protap Covid-19 oleh Tim gugus tugas Covid-19 bersama panitia tingkat desa, stasi dan lingkungan di area Publik seperti Pasar, Tempat Wisata dan di pesisir pantai tempat bongkarmuat kapal.
6. Melakukan monitoring dan evaluasi bersama terhadap kebiasaan dalam tatanan hidup baru di stasi dan lingkungan.(Paschal Bani)








Komentar