Sungai Way Pedada Pesawaran Meluap, 8 Desa Terkena Banjir Bandang

GR (Pesawaran) – Intensitas hujan yang terus mengguyur Kecamatan Punduh Pidada Pesawaran mengakibatkan 8 Desa dilanda banjir.

Menurut data yang di himpun Pollres Pesawaran intensitas hujan memang sudah terjadi sejak Jumat 30 Nopember 2018, sehingga sungai way pedada menguap hingga jebolnya talud penahan air di Desa Rusaba dan Kota Jawa.

Imbas, sabtu (1/12/ 2018) pukul 02.00 wib terjadi banjir bandang dan pukul 04.00 wib air baru surut.

Adapun yang terkena dampak dari luapan air / banjir bandang sbb :

1. Desa Bangunrejo sebanyak 20 rmh dengan ketinggian air 60-80 centimeter.
2. Desa Bawang sebanyak 20 rmh dengan ketinggian air 60-80 centimeter.
3. Desa Sukajaya Pedada sebanyak 35 rmh dengan ketinggian air 1 (satu) meter.
4. Desa Baturaja sebanyak 25 rmh dengan ketinggian air 60-80 centimeter.
5. Desa Rusaba sebanyak 50 rmh dengan ketinggian air 60-80 centimeter.
6. Desa Sukarame sebanyak 10 rmh dengan ketinggian air 60-80 centimeter.
7. Desa Banding Agung sebanyak 40 rmh dengan ketinggian air 60-80 centimeter.
8. Desa Kotajawa sebanyak 35 rmh dengan ketinggian air 60-80 centimeter.

Akibat luapan air sungai way pedada juga mengakibatkan:
1. Jembatan Baturaja yang menghubung antar dusun putus.
2. Bendungan air di Desa Banding Agung rusak berat.

Selain banjir, terjadi longsor dibeberapa lokasi sehingga tanah dari longsoran tersebut menimbun badan jalan raya punduh pedada tepatnya di Desa Baturaja Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran, meski demikian kendaraan masij dapat berlalu lalang walau agak sepi.

Akibat banjir yang melanda warga setempat, aliran listrik di wilayah Kecamatan Punduh Pedada masih Padam dari jam 02.00 wib sampai dengan saat ini masih padam dan akses telp / handpon terputus (tidak ada signal).

Langkah-langkah yang Kapolsek lakukan sbb :
1. Mendatangi dan langsung Cek Lokasi
2. Koordinasi dengan Camat Punduh Pidada, Dinas Sosial Kabupaten dan Puskesmas Punduh Pidada tentang :
a. Pemberian bantuan terhadap korban yang mengalami terkena dampak banjir bandang dari Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran.
b. Memberikan bantuan berupa alat kesehatan dari Dinas Kesehatan dan tim medis masih stand by dilokasi.
c. Membentuk tim satgas tanggap darurat bencana yang dimotori oleh Uspika.
d. Menempatkan personil baik dari Polsek, Koramil ataupun Kecamatan serta aparatur desa untuk monitor apabila terjadinya banjir ataupun longsor.
e. Antisifasi terjadinya korban jiwa ataupun kerugian material.
3. Koordinasi dengan Tomas dan todah untuk dapat membersihkan sisa-sisa yang terbawa oleh air yang masuk ke pemukiman warga untuk / supaya tidak terjadi yang dapat menimbulkan bibit penyakit.

Dan sampai saat ini cuaca cukup cerah situasi giat dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa. (red)

Sumber Humas Polres Pesawaran.

Komentar