GR (NAGEKEO) – Di tengah situasi pandemi covid-19 yang masih belum berakhir, Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) terus menyelenggarakan kegiatan Sensus Penduduk tahun 2020 atau disingkat SP2020 ini.
Sensus penduduk merupakan kegiatan setiap 10 tahun sekali yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). SP2020 ini merupakan sensus penduduk ke-7 untuk Indonesia.
Sensus Penduduk 2020 sejatinya tidak akan berjalan sukses tanpa adanya seorang petugas sensus yang siap menjalankan tugas dengan baik dan bertanggung jawab.
Namun, menjadi petugas Sensus 2020 tidak semudah apa yang di pikirkan, apalagi di masa pandemi covid-19 ini. Tentunya banyak rintangan dan hambatan yang dijumpai saat menjalankan tugas.
Salah satu rintangan dan hambatan yang sering dijumpai petugas sensus di lapangan adalah sulitnya akses menuju rumah warga khususnya yang berada di wilayah pedesaan seperti yang dialami oleh petugas sensus di Desa Renduteno, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo ini.
Urbanus Dhalu, salah satu petugas sensus di wilayah Desa Renduteno ini mengatakan bahwa kendala utama yang dihadapi yakni sulitnya akses menuju rumah warga di wilayah tugasnya terutama akses menuju kampung Wologoa, Dusun Natakupe.
“Jarak dari Kantor Desa Renduteno ke dusun Natakupe ini bisa mencapai 4 Kilometer, melewati sungai dengan berjalan kaki”, ujarnya kepada gerbangrepublik.com pada Selasa (15/09/2020).
Urbanus Dhalu menjelaskan bahwa selain jarak yang jauh, akses jalannya pun sulit karena harus melewati sungai, menerobos semak belukar dengan berjalan kaki karena jalan yang harus dilalui tidak bisa menggunakan sepeda motor,” ungkapnya.
Ditambahkannya, meskipun banyak sekali rintangan dan hambatan yang ditemui saat melaksanakan tugas melakukan sensus penduduk, namun hal itu tidak menjadi penghalang baginya untuk menjalankan tugas sebagai petugas sensus penduduk 2020 ini.
“Selain sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai petugas, bagi saya Sensus Penduduk 2020 ini sangat penting karena bertujuan untuk menyediakan data jumlah Penduduk Indonesia secara baik dan menghasilkan data yang berkualitas”, Jelas Urbanus Dhalu yang biasa disapa Urno ini.
Senada dengan Urno, Helena Toa Watu, petugas sensus yang bertugas di Desa Rendu Tutubhada juga mengamini hal tersebut. Akses jalan menuju Dusun Natakupe memang sangat sulit.
“Petugas sensus yang bertugas di wilayah tersebut harus benar-benar punya keberanian dan rasa tanggung jawab yang besar”, ungkap Helena. (Jhonatan Raga)










Komentar