GR (NAGEKEO) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nagekeo akan menyelenggarakan Sensus Penduduk (SP2020) secara langsung pada tanggal 1 sampai 30 September 2020 mendatang sebagai tahap lanjutan dari Sensus Penduduk Online.
Kepala BPS Kabupaten Nagekeo, Abdul Azis, S.St mengatakan bahwa meskipun pandemi covid-19 belum berakhir, secara nasional pihak BPS akan melaksanakan SP2020 ini dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Sensus Penduduk ini merupakan Tugas Pokok BPS dan ini sangat penting, sehingga dengan segala keterbatasan yang ada, kami tetap laksanakan,” ungkapnya pada Kamis (27/8/2020) saat memantau rapid test calon petugas SP2020 di Puskesmas Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT.
Abdul Azis menambahkan bahwa untuk melaksanakan SP2020 secara langsung ini, BPS Nagekeo akan menerjunkan 248 orang petugas yang terdiri dari 220 orang Petugas Sensus, 20 orang Koordinator Sensus Kecamatan (Koseka) serta 8 orang tim Task Force yang bertugas melakukan sensus seperti di panti asuhan, biara dan lainnya.
Rapid Test dilakukan selama 2 hari yakni 27-28 Agustus 2020, dan ini merupakan tahap terakhir bagi seluruh petugas SP2020 untuk memastikan bahwa semua petugas yang akan melaksanakan tugasnya harus dalam kondisi baik (Non Reaktif). Bila ada yang reaktif, pihak BPS akan membatalkan yang bersangkutan sebagai petugas SP2020 karena yang bersangkutan harus menjalani tahapan sesuai protokol kesehatan.
“Para calon petugas SP2020 ini direkrut dan telah melewati serangkaian tahapan seleksi administrasi dan wawancara. Tergantung hasil rapid test-nya dan bila ada yang reaktif, kami batalkan karena tentunya yang bersangkutan harus menjalankan karantina sesuai protokol kesehatan. Bagi yang reaktif jangan berkecil hati karena kita tetap menjunjung tinggi protokol kesehatan untuk kebaikan kita semua,” ungkapnya.
“Kami harus memastikan bahwa semua petugas SP2020 dalam kondisi sehat dan prima dalam menjalankan tugas agar masyarakat tidak khawatir pada saat didatangi petugas sensus yang tentunya juga dilengkapi dengan alat pelindung diri,” tegas Abdul Azis.
Kepala BPS Kabupaten Nagekeo ini juga mengatakan bahwa semua biaya rapid test ditanggung oleh Pemerintah Daerah Nagekeo. “Kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemda Nagekeo”, ungkapnya.
Pemda Nagekeo sangat antusias dan mendukung agar kegiatan SP2020 berjalan lancar dan sukses. Salah satu bentuk dukungan tersebut, seluruh petugas SP2020 dirapid test secara gratis. Hal ini merupakan sebuah komitmen untuk memastikan seluruh warga masyarakat Kabupaten Nagekeo terdata secara baik meski SP2020 dilakukan di tengah pandemi covid-19.
Abdul Azis, S.St juga mengapresiasi adanya dukungan Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do, M.Kes bersama jajaran di Kecamatan, para Kepala Desa/Lurah sampai ke tingkat RT yang telah membantu terkait sosialisasi pelaksanaan SP2020 secara langsung ini, agar masyarakat dapat menerima para petugas sensus dan memberikan jawaban dengan benar.
“Sehingga seluruh penduduk di Kabupaten Nagekeo tercatat secara lengkap di semua Satuan Lingkungan Sempat (SLS) Rukun Tetangga (RT),” ungkapnya. (Jhonatan Raga)








Komentar