Pemkab Lampung Selatan Bekali Pelaku IKM Kuasai AI, Dorong Produk Lokal Naik Kelas ke Pasar Nasional

gerbangrepublik – FISKOMINFO LAMSEL (Kalianda) – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus mendorong transformasi digital bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).

 

Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Kemasan dan Promosi Produk berbasis Artificial Intelligence (AI) yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagperin) di Hotel Negeri Baru Resort (NBR), Kalianda, Senin (18/5/2026).

 

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, itu akan berlangsung hingga Rabu (20/5/2026), dan diikuti puluhan pelaku IKM dari 17 kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagperin Lampung Selatan, Rahmat Hadi Wijaya, mengatakan bimtek tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, khususnya dalam menghadapi era digital melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

 

Menurut Rahmat, penggunaan AI menjadi peluang besar bagi pelaku IKM untuk meningkatkan daya saing produk, mulai dari desain kemasan, strategi promosi digital, hingga perlindungan produk agar lebih siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

 

“Melalui kegiatan ini, kita ingin meningkatkan daya saing IKM agar lebih inovatif. Peserta diberikan keterampilan langsung menggunakan teknologi AI, sehingga nantinya mampu menerapkan promosi yang efektif sekaligus proteksi terhadap produknya,” ujarnya.

 

Dirinya berharap, setelah mengikuti pelatihan ini peserta bisa membuat desain kemasan dan promosi berbasis AI secara mandiri. Selain penguatan digitalisasi, Rahmat juga menekankan pentingnya sertifikasi halal sebagai nilai tambah produk IKM dalam membangun kepercayaan konsumen dan memperluas pasar.

 

Ia menilai tantangan ke depan akan semakin berat seiring meningkatnya kompetisi antarwilayah, baik di tingkat lokal, regional, hingga internasional. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

 

“Mau tidak mau kita akan dipaksa untuk berkompetisi. Oleh karena itu, persiapan kapasitas SDM harus matang,” tambahnya.

 

Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan tersebut secara maksimal agar mampu membawa produk-produk lokal menembus pasar yang lebih luas.

 

Menurut Tri, teknologi digital, khususnya AI, harus dipandang sebagai alat produktif yang dapat membantu pelaku usaha berkembang lebih cepat.

 

“Sekarang semua orang punya smartphone. Mari kita gunakan itu secara produktif. Manfaatkan teknologi AI di zaman sekarang dengan lincah. IKM kalau mau tumbuh dan berkembang harus lincah, serta konsisten memposting konten-konten yang bermanfaat untuk produknya,” kata Tri.

 

Tak hanya itu, Tri juga mengajak para pelaku IKM untuk mulai mengubah pola pikir dalam menjalankan usaha, dari sekadar bersaing menjadi membangun kolaborasi.

 

“Jangan berpikir bahwa sesama IKM di Lampung Selatan adalah kompetitor. Sekarang zamannya berkolaborasi, bukan lagi berkompetisi sendirian. Dengan berkolaborasi, kita bisa maju bersama-sama membawa nama daerah,” tegasnya.

 

Melalui pelatihan ini, Pemkab Lampung Selatan berharap pelaku IKM semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga produk lokal mampu naik kelas dan bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. (Kmf)

Komentar