GR (NAGEKEO) – Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, SH secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Daerah Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nagekeo Tahun 2020 pada Selasa (15/9) bertempat di Aula Setda Nagekeo.
Wabup Marianus dalam sambutannya mengatakan bahwa ia merasa sangat berbangga bisa membuka kegiatan Musyawarah Daerah Dharma Wanita Persatuan Tingkat Kabupaten Nagekeo ini. “Sejalan dengan gerakan Dharma Wanita Persatuan, bukan saja menjadi spirit kita tetapi bagaimana kita memaknai keberadaan kaum perempuan”, ujar Wabup Marianus Waja yang juga politisi dari Partai Gerindra Nagekeo ini.
Lebih lanjut Wabup Marianus menyampaikan beberapa pesan penting, sebagai berikut:
1. MAMA SEBAGAI SANGKAR yang melindungi semua anak-anaknya; lebih mengutamakan upaya agar bathin anak sungguh-sungguh hangat.
2. MAMA ADALAH LILIN yang selalu menerangi tiap sudut-sudut rumah; Mama yang selalu memberikan pendidikan supaya anak memiliki otak yang cerdas.
3. MAMA SELALU MENYEDIAKAN ROTI untuk anak-anaknya yang dapat dipahami dari segi ekonomi supaya keluarga tetap memiliki pendapatan yang cukup.
Pada suasana dan kondisi yang tidak menentu, mengakibatkan banyak tekanan. Kita harus memiliki nilai yang sangat mendasar agar kita bisa memilih tekanan itu menjadi sebuah yang positif dan spirit bagi diri dan sesama kita. “Begitu pun Dharma wanita. Jika Dharma Wanita memberikan spirit maka seharusnya lebih banyak orang yang hadir di tempat ini. Kita diajarkan oleh leluhur; TEI ULU GERE PUNU, bukan PUNU ULU GERE TEI (lihat dan buktikan dahulu, baru bicara bukan sebaliknya)”, ujar Wabup Marianus.
Mama/Ibu memiliki tanggung jawab yang begitu besar. Budaya Nagekeo, situasi dan kondisi kita masih tetap melihat Mama bukan hanya ujung tombak tetapi pusaran semua urusan keluarga. Mama lebih banyak mendengarkan dari pada berbicara tapi bukan berarti tidak boleh bicara. “Ketika seorang mama bicara, maka yang ada itu hanya dua pilihan yakni belati atau mawar. Mawar menunjukan sesuatu yang menjadi indah. Belati seorang mama, itu selesai dan tidak mungkin akan menjadi lebih baik”, tegas Wakil Bupati Nagekeo ini.
Sehingga bicara soal ekonomi, pendidikan, sosial budaya, jika perempuan Nagekeo tidak mengambil peran secara aktif mulai dari rumah tangga, RT/RW, Lingkungan / Desa/Kelurahan, Kabupaten, maka jangan pernah bermimpi Nagekeo akan berubah dengan lebih baik. “Kuncinya adalah bagaimana hati seorang Mama. Harus menjadi MAWAR bukan BELATI”, lanjut Wabup Marianus.
Mengakhiri sambutannya, ia kembali mengingatkan peserta Musda dengan mengutip wejangan dari Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yakni : ingat, dapur mengawali korupsi. “Ketika mama- mama dengan geliat hidup yang tidak sederhana akan mematahkan nilai dan arti seorang ayah (yang berlaku tidak adil dan tidak menafkahi)”, tandasnya.
Karena itu, ia sungguh mengharapkan agar Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nagekeo berada di lini terdepan untuk mengajarkan, mendidik dan menjadikan semua orang yang punya itikad baik membangun masyarakat Nagekeo. Lebih menjadi mawar dan bukan belati.
Tujuan diselenggarakannya Musda tersebut, antara lain : Menetapkan program kerja, Mengevaluasi laporan pertanggungjawaban, Memilih dan menetapkan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nagekeo Periode 2020-2024, serta Menetapkan keputusan lainnya.
Pada Musda tersebut terpilih Kepengurusan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nagekeo periode 2020-2024, yakni : Ny.Maria Natalia Mere (Ketua), Ny.Ibu Lusia Ndona (Wakil Ketua I), Ny.Irma Tae (Wakil Ketua II).
Hadir pada kesempatan itu, Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nagekeo, Isteri Kepala Perangkat Daerah, Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kecamatan, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo, Para Asisten, Para Kepala Perangkat Daerah, dan undangan lainnya. (Jhonatan Raga)








Komentar