oleh

OPINI : Relasi Dialog Antara Alam dan Manusia

 

Oleh : Chyko Budiman

Setiap manusia harus berusaha untuk selalu brinteraksi dengan lingkungan. Interaksi itu dimulai sejak manusia dilahirkan atau sejak manusia berada di bumi tempat ia berada serta beradaptasi. Secara lamiah, manusia beriteraksi dgn lingkungannya, manusia sebagai pelaku dan sekaligus dipengaruhi oleh lingkungan tersebut. Perlakuan manusia terhafap lingkungannya sangat menentykan keramahan lingkungan terhadap kehidupan sendiri (Tumanggor dkk, 2010:151).

Dengan itu manusia tidak bisa hidup tanpa alam, alam untuk manusia, dan manusia untuk alam. Oleh karena itu, manusia dan alam saling mengartikan, maka manusia memandang alam bukan lagi sebagai sebuah objek yang dimiliki yang nantinya akan dihabiskan melainkan sebagai subjek yang akan menentukan keberadaannya. Manusia tidak lagi memandang dirinya sebagai tuan atas alam, tetapi dipandang sebagai sahabat alam semesta.

Kita sebagai insan ciptaan Tuhan harus tau menghargai dan menghormati alam, karena itu merupakan salah satu bentuk keprihatinan kita akan masa depan alam. Hal ini merupakan salah satu masalah yang aktual dibicarakan di tengah mayarakat. Keprihatinan penyelamatan alam semesta menjadi utang bagi semua orang. Sebab kenyataan yang terjadi menunjukan bahwa manusia seakan terbius dgn pemberian dari alam yang terungkap dengan segala potensi alam yang akan diberdayakan. Masyarakat umumnya juga belum mampu melepaskan tradisi “manusia sebagai penakluk alam” demi memenuhi kebutuhan yang ada batasnya.

Konsep manusia sebagai penakluk alam sebenarnya perlu diubah menjadi manusia sebagai bagian dari alam. Menurut Yusuf (dalam Noelaka 2008:21) konsep manusia lawan alam sebagai pandangan falsafah terhadap manusia dengan alam perlu diperbaiki karena manusia merupakan bagian dari alam bukan sebagai penakluk alam.

Tuhan menciptakan alam lingkungan satu dan baik adanya. Manusia dan ciptaan lain merupakan satu kesatuan yg integral. Akan tetapi, manusia menghancurkan kesatuan tersebut dan menciptakan sekat-sekat diskriminatif antara manusia dengan alam. Alam ditelanjangkan dari kesuciannya dan dirusak untuk eksploitasi pertambangan sehingga dapat merusak hubungan manusia dengan Tuhan sebagai pencipta alam semesta.

Kita sebagai insan ciptaan Tuhan berusaha menyelamatkan alam jika kita ingin selamat. Manusia harus mengubah wajah alam yang rusak menjadi wajah baru. Manusia harus mengubah wajah bumi yang lama menjadi bumi yang baru, agar manusia menjadi ciptaan baru. Hubungan antara alam, manusia dan Tuhan, perlu di bangun kembali.

Tugas kita sebagai manusia adalah mengusahakan dan memelihara alam yang merupakan ciptaanNya, karena manusia dan alam sangat erat hubunganya dan saling membutuhkan. Alam dan manusia dipandang seperti saudara, mitra ciptaan yang menuntut manusia untuk menghormati, bukan malah dijadikan objek pelempiasan nafsu dan tumbal kekuasaan manusia.

Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed