Mangrove Petengoran Model Mitigasi Perubahan Iklim

Gerbangrepublik ( Pesawaran) -Hutan Mangrove Petengoran sebuah model mitigasi perubahan iklim di Provinsi Lampung, selain keberadaannya terawat dan terjaga dari luasan 114 hektar, juga salah satu contoh penurunan emisi karbon tahun 2030.

Hal tersebut disampaikan Ir. Edy Karizal selaku Direktur Lembaga Konservasi (LK) 21 dan Ketua Komunitas Pro Lingkungan (Pro Link) Provinsi Lampung kepada media ini, Selasa (31/05/2022).

” Ini sebuah keberhasilan pelestari mangrove petengoran, Toni Yunizar dan kawan-kawan konsen menjaga keutuhan hutan mangrove tersebut dari kerusakan dan pencemaran lingkungan di kawasan eduwisata dan ekowisata Mangrove Petengoran,” ujar Ir. Edy Karizal.

Menurutnya, keberadaan mangrove petengoran itu sendiri tepatnya di Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, menjadi pengawasan Lembaga Konservasi 21 (LK21) dan Prolink Provinsi Lampung
terhadap kerusakan dan pencemaran lingkungan.

” Yang seharusnya keberadaan itu diakui oleh pemerintah setempat ketika Presiden mencanangkan tahun 2030 untuk menurunkan emisi karbon agar selalu ada, dan akan banyak di Lampung, mengingat Indonesia tahun 2030 menjadi target emisi carbon dioksida dengan jumlah tanaman semakin banyak,” jelas Edy yang juga Ketua Prolink Provinsi Lampung.

Pemerhati lingkungan hidup di Provinsi Lampung itu juga memastikan bahwa
Tahun 2030 pemerintah Jokowi mencanangkan penurunan emisi karbon berkaitan penurunan pemanasan global target 29 % tahun 2030 akan dilakukan lewat swadaya sendiri oleh negara RI.

” Karena itu juga Presiden Jokowi pernah menyebutkan bahwa negara-negara luar itu siap mendukung dan membantu penurunan emisi karbon 41% Tahun 2030, dengan mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK),” terangnya.

Sedangkan sambung Edy, kawasan eduwisata dan ekowisata Mangrove Petengoran itu adalah contoh kecil upaya-upaya kelompok masyarakat untuk menghadapi perubahan iklim tersebut.
Jadi, apa yang dilakukan Toni dan kawan-kawan itu membantu menurunkan emisi karbon, salah satunya mendukung program pemerintah Jokowi dengan target 29 % Tahun 2030.

” Kasus-kasus keberhasilan masyarakat atau organisasi didalam membangun sistem hutan itu seperti Pelestari Mangrove Petengoran sepatutnya diapresiasi dan disupport, tentunya ini menjadi catatan penting bagi Pemda Pesawaran terhadap perubahan iklim untuk upaya-upaya pemulihan atau pencegahan mitigasi,” tandasnya.
(Red)

Komentar