GR ( NAGEKEO) – Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Larinor (Lape, Riti, Nangaroro) I – IV bergotong royong menggali saluran tersier yang akan dikerjakan menjadi saluran permanen di lokasi P3A Larinor IV, Desa Aeramo, Kabupaten Nagekeo pada Jumat (10/7/2020).
Anggaran pengerjaan saluran yang akan dibuat permanen tersebut bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) covid-19 yang digunakan untuk perbaikan saluran irigasi P3A KM I.4 Kiri, tepatnya di lokasi P3A Larinor IV, Desa Aeramo.
Yuvensius Kami, Ketua P3A KM.I.4 Kiri menjelaskan bahwa P3A ini berada dalam wilayah Desa Aeramo, namun anggotanya meliputi warga Desa Aeramo (66 orang) dan warga Kelurahan Lape (29 orang).
Kepada gerbangrepublik.com pada Sabtu (11/7/2020) ia menyampaikan bahwa masyarakat bersama P3A sebelumnya telah bersepakat untuk berupaya memperbaiki saluran irigasi yang kondisinya sangat memprihatinkan di lokasi P3A Larinor IV ini.
“Total panjang saluran tersier ini 1.275 meter, sudah permanen 400 meter, masih saluran tanah sepanjang 875 meter. Saluran ini mengairi lahan fungsional seluas 106,25 Hektare”.
“Kali ini target panjang saluran yang akan dikerjakan 185 meter. Pola pekerjaannya menggunakan sistem Padat Karya dengan pendampingan teknis dari Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja bersama tim dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nagekeo”.
“Hasil kerja penggalian saluran yang juga dihadiri Bupati Nagekeo bersama sejumlah ASN gotong royong bersama petani P3A kemarin, kami selesaikan hingga sore hari sepanjang 200 meter. Dari total 95 orang anggota P3A Larinor, yang hadir pada hari Jumat (10/7/20) sesuai daftar hadir sebanyak 82 orang”, ujar Yuven Kami.
Berkaitan dengan sistem Padat Karya, Yuven Kami menjelaskan bahwa anggota kelompok P3A yang akan mengerjakannya sendiri. Sesuai dengan Juknis yang ada, para pekerja berhak atas HOK 30 % dari pagu anggaran tersebut dari Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Nagekeo. Sedangkan materialnya ditangani oleh tim teknis dari Dinas PU melalui supplier.
“Kami sangat senang dan bangga dengan perhatian Pemda Nagekeo ini, dan juga tetap berharap agar Dinas terkait terus berikan pendampingan agar proses pengerjaannya berjalan lancar seperti pendropingan material oleh supplier diupayakan langsung ke lokasi kerja”, ungkap Yuven Kami.
Sementara itu Marselinus Lowa, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Nagekeo menjelaskan bahwa pekerjaan awal fokus pada penggalian saluran dan telah selesai. Akan dilanjutkan dengan fondasi dan pasangan.
“Saya berharap, semua pihak terutama anggota P3A ini kompak dan tetap semangat dalam bekerja sekaligus bisa mengatasi dampak covid-19 yang selama ini dirasakan terutama dari aspek penyerapan tenaga kerja di sekitar lingkungannya,” ujar Marsel Lowa, Kadis Transnaker Kabupaten Nagekeo. (Jhonatan Raga).










Komentar