GR (NAGEKEO) – Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, SH secara resmi melepas 43 mahasiswa/i Politeknik St. Wilhelmus yang akan melaksanakan Praktek Lapangan pada Sabtu (1/8/2020).
Rangkaian kegiatan yang dikemas berlatar Laporan Akuntabilitas Politeknik St. Wilhelmus Dalam Rangka Pelepasan Rombongan Mahasiswa Praktek Lapang Tahun Akademik 2019/2020 tersebut berlangsung di Kampus Politeknik St. Wilhelmus, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo.
Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, SH dalam sambutannya menyampaikan bahwa terkait dengan NILAI sebagai MANUSIA, kita harus merasa penting bagi orang lain begitupun orang lain menjadi penting bagi kita. Hal ini menjadi konsepsi dasar kita sebagai makhluk sosial untuk saling menghargai satu dengan yang lain. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk terus memupuk rasa kebersamaan dan memelihara kerukunan secara TULUS.
“Bagi saya, Pendidikan merupakan proses mempertemukan Tuhan dengan umatnya. Proses transfer pengetahuan dari pendidik kepada mahasiswa yang mana hal itu juga merupakan bentuk keterlibatan Tuhan dalam mengintervensi kehidupan manusia agar kita menjadi manusia yang lebih baik”, ungkapnya.
“Saya berharap para mahasiswa/i Politeknik St. Wilhelmus ini juga harus mampu memperjuangkan hak-hak petani, karena petani merupakan tulang punggung untuk mempertahankan kedaulatan pangan di Negara kita tercinta Republik Indonesia, belajarlah bagaimana mereka hidup dari “tana, watu, dan air”, pesan Wakil Bupati Nagekeo ini yang hadir bersama sang istri, F.C.A Yanu Astuti.
Dirinya pun berharap agar semua mahasiswa harus menjadi agen perubahan dengan melihat dan memanfaatkan setiap peluang yang ada sehingga dapat menghasilkan hal-hal positif yang mampu merubah masa depan menjadi lebih baik lagi.
Sementara itu Direktur Politeknik St. Wilhelmus, Frederikus Lena Jago, SE, MM menyampaikan kabar gembira terkait sanksi administrasi dari pihak Dikti akibat kemelut dualisme kepemimpinan yayasan penyelenggara selama kurang lebih 1 tahun ini akhirnya dapat diselesaikan melalui keputusan resmi Kemendikbud RI, yang menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi Politeknik St. Wilhelmus yang sedang berjalan dinyatakan SAH.
Frederikus Lena Djago, SE, MM juga melaporkan bahwa kampus yang menyelenggarakan pendidikan dalam bidang pertanian, peternakan, akutansi dan bisnis ini juga mengalami banyak kendala, seperti keterbatasan fasilitas belajar, peralatan praktek serta kekurangan tenaga pengajar. Namun dirinya tetap bersyukur bahwa kekurangan yang dihadapi tersebut tidak menghambat penyelenggaraan pendidikan di kampus.
Direktur Politeknik St. Wilhelmus ini juga mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di kampus tersebut dengan memberikan bantuan dana hibah termasuk 1 unit bus kampus.
Pantauan media ini turut hadir pada kesempatan itu, pihak Yayasan Santo Wilhelmus Flores, Wenslaus Dema (Sekretaris Yayasan), Silvester Teda Sada (Kabag Humas Pemda Nagekeo), Lurah Nageoga, Pater John Ghono SVD, tokoh masyarakat, dosen, simpatisan serta para alumni. (Jhonatan Raga)





Komentar