GR (Pesawaran) – Nasib Guru honorer yang sudah mengabdi hingga berpuluh -puluh tahun dengan honor yang relatif belum mencukupi kebutuhan, menjadi perhatian Kadisdik Pesawaran Pauzan Saidi saat PWI usai sosialisasi UU Pers di Kecamatan Way Khilau, Senin (5/8/19).
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pesawaran Pauzan Suaidi, sebelumnya Fauzan sudah mengupayakan agar semua guru honor bisa diusulkan untuk diangkat melalui Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), namun karena banyaknya guru honorer tidak mungkin semua akan diangkat sehingga harus melalui seleksi tes.
” Kami sudah mengusulkan semua honorer guru yang ada, akan tetapi tidak bisa, sehingga harus melalui tes,” ujar Kadisdik.
Ditambahkan Kadisdik, setiap sekolah bisa memberi reward kepada guru honorer maksimal 15 persen dari jumlah dana BOS yang diterima masing masing Sekolah.
Ditambahkan Yani Sumarlan Kepala Sekolah SDN 17 Mada, berharap guru honorer yang sudah mengabdi hingga puluhan tahun bisa menjadi prioritas disesuaikan melalui tes P3K, seandainya masih kekurangan baru diambil dari umum,” ujar Kepsek SDN 17 Mada Jaya.
Sedangkan Menurut Herlina guru honorer yang sudah mengabdi 15 tahun di SD 17 mengatakan, honor yang di terima belum mencukupi kebutuhan sehari- hari, akan tetapi mau bilang apa karena memang saya berlatar belakang pendidik jadi harus ditekuni.
” Terkait dengan honor yang kami terima kita syukuri saja, dan kita ambil hikmahnya,” katanya (her)






Komentar