Ini yang Dilakukan Mahasiswa KKN selama Masa Covid-19

GR ( Surabaya) – Di masa pandemi Covid-19, tidak membatasi kegiatan mahasiswa semester akhir dalam kerja pengabdian kepada masyarakat sebagaimana amanat Tri Darma Perguruan Tinggi. Bila kegiatan pendidikan dan pengajaran saat ini dilakukan secara media jaringan (daring) atau virtual, tetapi tidak dengan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN). Bagi mahasiswa semester akhir, mereka tetap melaksanakan KKN di masa pandemi covid-19, dengan terlibat langsung di lapangan bersama masyarakat.

Seperti halnya Abu Darwis, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus Surabaya (UNTAG Surabaya). Mahasiswa asal Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur ini, terlibat langsung bersama masyarakat di tempat KKN. Ia menuturkan kepada media ini, “metode pelaksanaan KKN tahun ini dilakukan dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pelaksanaan programnya di tempat kami masing-masing. Artinya, masing-masing mahasiswa beraktivitas secara mandiri dan tidak berkelompok di tempat KKN”.

Tepat di Desa Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Ia menghabiskan dua belas hari bersama masyarakat desa. Ia melakukan observasi lapangan untuk menentukan program kegiatan yang akan dijalaninya.

Dengan bertemu perangkat Desa Wage, ia membahas dan mendiskusikan implementasi program kerjanya bersama perangkat desa. “Saya sendiri bertemu perangkat Desa Wage. Di sana, saya terlibat bersama mereka untuk membangun komitmen untuk mencegah penularan Covid-19. Tidak banyak yang saya lakukan selain terlibat menjadi relawan Covid-19 di tingkat desa. Saya sangat kesulitan mengimplementasikan program kerja yang suda saya siapkan, karena situasi pandemi saat ini. Tandasnya

Darwis, sapaan akrabnya, melakukan Sosialisasi terkait penanganan dan pencegahan Covid-19, pembagian Sembako dan melaksanakan penjagaan Chek Point di masa Pembatasan Sosial Bersekala Besar di wilaya Desa Wage. Tidak hanya itu, ia juga terlibat dalam pelaksanaan penyemprotan Disinfektan di Rumah Warga dan Pasar Desa Wage. Ia, juga ikut membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat Desa Wage.

Darwis sendiri menceritakan pengalamannya yang pada saat itu terlibat menjadi relawan Covid-19. “Bagi saya ini adalah hal baru bagi saya. Ini adalah pengalaman yang tidak terlupakan. Memang, saya secara pribadi juga takut, bisa saja, saya akan tertular Covid-19. Tetapi, karena selalu mengikuti Protap kesehatan yang di tetapkan oleh Pemerintah, saya jadinya sangat menikmati KKN ini”.

Darwis juga ikut terlibat dalam pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 di pekuburan umum Desa Wage. Di akhir KKN, bersama perangkat desa, Kampung Tangguh pun dibentuk guna mencegah penularan Covid-19 di Desa Wage.

Kepada media ini, Darwis mengutarakan harapannya, “masyarakat harus memiliki kesadaran kolektif bahwa Covid-19 adalah musuh bersama dan kesehatan setiap pribadi adalah tanggung jawab bersama. Semua aktivitas sosial akan kembali pulih, kalau kita punya kesadaran kolektif. Ekonomi, Pendidikan dan Interaksi Sosial akan kembali seperti sedia kala sebelum adanya Covid-19. Sampai disini juga kita harus sadar, bahwa kesehatan adalah yang paling utama. Pastikan diri kita sehat, jangan menularkan dan tertular Covid-19 (nethal)

Komentar