GR (PESAWARAN) – Banjir bandang yang mengakibatkan kerugian harta benda beberapa waktu lalu menimbulkan kekhawatiran warga Desa Bagelen Kecamatan Gedongtataan Pesawaran, Rabu ( 26/2/2020).
Seperti yang dituturkan Mul, salah satu warga yang tinggal di bantaran sungai Way Semah Desa setempat mengatakan, warga sekitar berharap pemerintah segera membenahi bibir sungai yang sudah terkikis oleh air bah beberapa waktu lalu.
“Abrasi ini sudah mulai sejak banjir pertama di tahun 2017, namun belum ada tindakan baik dari Pemkab maupun pemerintah Desa Bagelen. Ditambah parah lagi ketika banjir yang terjadi beberapa waktu lalu,” jelas Mul, saat ditemui di kediamannya, Rabu (26/2).
Menurut Mul, pembangunan bronjongbisa menjadi solusi tepat untuk menahan tanah agar tidak abrasi, dan dirinya juga meminta agar adanya normalisasi sungai, mengingat kondisi aliran sungai yang dangkal akibat timbunan sedimentasi dan juga aliran yang berliku liku.
“Kondisi sungai yang berliku liku juga mengakibatkan air langsung menerobos kerumah, jadi kami juga meminta agar aliran ini diperbaiki sehingga dapat mengurangi ancaman banjir,” paparnya.
Maka dari itu, dirinya mengharapkan kondisi tersebut segera direspon dari pemkab setempat maupun pemerintah desa. Karena, ini sangat penting sekali dan jika dibiarkan saja akan mengancam keselamatan jiwa masyarakat yang kondisinya berada di bibir sungai.
“Minimal ada langkah antisipasi dari pemkab setempat jangan sampai baru terjadi musibah besar baru direalisasikan. Maka dari itu diharapkan segera ada pembangunan bronjong tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, membenarkan abrasi yang terjadi di Dusun II Desa Bagelen tersebut, dan untuk mengatasi permasalah tersebut, dirinya telah menyampaikan kepada Balai Besar Sungai Way Sekampung (BBSWS) Provinsi Lampung, saat melakukan peninjauan pasca banjir di desa setempat.
“Kita sudah sampaikan keluhan masyarakat itu ke BBSWS, dan mereka meminta kami pemerintah desa untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemkab kalau sudah dapat rekomnya, pihak balai akan melakukan penalutan,” ungkapnya.
Dirinya juga mengatakan, Desa Bagelen memang menjadi desa langganan banjir ketika musim penghujan, maka dari itu penalutan memang perlu dilakukan.
“Kalau harapan kami sih, sepanjang aliran Way Semah wajib ditalud, karena itu dapat membuat masyarakat merasa aman ketika musim hujan tiba,” tutur dia.( red)










Komentar