GR ( WAY KANAN) – Anjlognya harga karet dipasaran membuat seorang jurnalis yang memiliki kebun karet seluas 2 hektar berupaya lain dengan berternak ayam potong.
Menurut Hamzah mantan ketua PWI Way Kanan, usaha ini dilakukan lantaran harga karet hanya kisaran Rp 3000 perkilogramnya bahkan kadang kadang hanya Rp 2000 saja.
” Saya lalu berpikir, bagaimana saya harus membayar penyadap dan membeli pupuk dan lain – lain tentu ini tak mencukupi, maka saya ambil langkah,” ujar Hamzah kepada gerbangrepublik.com, Ahad (29/3/2020) melalui telephone seluler.
Lebih lanjut masih menurutnya, saya juga berpikir mau menanam singkong untuk menanggulangi kebutuhan akan tetapi harganya juga rendah kisaran Rp 500 per Kg.
” Lantaran itulah saya mengambil langkah berternak ayam potong. Apalagi modal awal dari ternak hingga pakan di tanggung oleh pihak perusahaan, sehingga meringankan beban petani ternak. Selain itu waktu panen cukup 25 hari saja,” tambahnya.
Dengan luas areal peternakan 6 m x 100 m bisa memelihara ayam sebanyak 9000 ekor bibit ayam (Red)






Komentar