GR, Sumatera Utara, 11 Februari 2026 — Bagaimana caranya membawa produk lokal ke ranah digital tanpa kehilangan jati diri budayanya? Pertanyaan ini menjadi benang merah dalam sesi JOIN Talks yang disiarkan langsung melalui Instagram @indibiz.sumatera bersama praktisi dan fashion designer, Averiana Barus, S.S., M.Ikom., pemilik @rumahuis.id.
Dalam diskusi tersebut, Averiana mengangkat satu pesan utama: Uis Karo bukan sekadar kain, tetapi identitas. Namun identitas saja tidak cukup jika tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Sejak memulai Rumah Uis pada 2014 dari rumah orang tuanya, Averiana melihat bahwa Uis Karo memiliki panggung yang terbatas. Kain ini lebih dikenal sebagai busana adat yang sakral dan jarang disentuh inovasi. Ketika ia mulai mengembangkan Uis Karo menjadi produk fashion yang lebih modern, respons awal yang muncul justru penolakan.
“Banyak yang keberatan ketika kain adat dimodifikasi. Tapi kalau kita tidak berani mengembangkan, bagaimana generasi muda bisa merasa dekat dengan warisan budaya itu?” ungkapnya.
Menurutnya, kunci menghadapi stigma bukanlah perlawanan, melainkan edukasi dan konsistensi. Ia melakukan riset mendalam tentang filosofi kain, memahami batasan budaya, lalu menghadirkannya dalam desain yang tetap menghormati nilai aslinya. Diskusi semakin menarik ketika membahas strategi Go Digital. Bagi Averiana, transformasi digital bukan hanya soal menjual lewat media sosial, tetapi tentang membangun persepsi dan positioning brand.
“Sebagai pelaku usaha, kita tidak bisa hanya idealis. Kita harus membaca tren, warna yang sedang populer, preferensi pasar, bahkan referensi dari figur publik. Tapi identitas tetap harus kuat,” jelasnya.
Media sosial menjadi ruang penting untuk memperluas narasi bahwa kain tradisional bisa relevan, stylish, dan kompetitif di pasar nasional. Dengan pendekatan digital yang tepat, produk berbasis budaya tidak lagi dipandang kuno, melainkan memiliki diferensiasi yang kuat.
JOIN Talks kali ini memberikan perspektif bahwa digitalisasi bukan berarti menghilangkan akar budaya. Justru sebaliknya, teknologi menjadi alat untuk memperkuat eksistensi produk lokal agar lebih dikenal luas.
Siap Bawa Bisnismu Go Digital? Kalau kamu juga ingin bisnis kamu berkembang di era digital dengan konektivitas yang stabil dan mendukung operasional seperti para pelaku usaha lainnya, yuk mulai sekarang.
Langganan via WhatsApp ke bit.ly/sapaindibiz, DM @indibizcare, atau telepon 1500250.
Atau kamu ingin jadi agen affiliate resmi melalui program SOBIZ (Sobat Indibiz)? Daftar langsung di sobiz.indibiz.co.id dan mulai dapatkan komisinya.






Komentar