Bercita – Cita Jadikan Kampung Murai, Andre Resign Sebagai Consultant

GR ( Pesawaran) – Sebagai Sarjana Tekhnik Sipil jebolan Unila tahun 90an, Andre rela meninggalkan karier sebagai Consultant yang sudah berpenghasilan belasan juta perbulan. Dan berbalik arah 180 derajat untuk menggeluti sebagai peternak burung berkicau jenis Murai.

Menurut andre kepada gerbangrepiblik.com, saya sudah bertekat bulat dengan berbagai pertimbangan untuk memulai dari nol berwirausaha memelihara burung.

” Target saya jangka pendek, cukup dengan memelihara 10 pasang saja dulu, dalam hitungan bisnis dengan rata – rata Satu pasang menetas 2 hingga 3 skor saja perbulan sudah berpenghasilan melampai penghasilan saya bekerja, ” Jelas Andre mantan consultant di perusahaan Batubara.

Menurut Andre, Meski memelihara burung murai tidaklah mudah Dan banyak rintangan, alhamdulillah saya tidak Ada kesulitan, bahkan dengan modal Filing saya bisa menjodohkan burung jantan Dan betina.

” Kalau salah menjodohkan itu biasanya burungnya bisa bertarung, bahkan akan mengakibatkan kematian bagi burung yang ditangkarkan, ” Tambahnya.

Lebih lanjut masih menurut Andre, proses burung bertelur Dan menetas hanya 14 hari saja setelah itu biasanya induk betinanya kembali bertelur. Sedangkan harga burung murai masih berumur 2 hingga 3 bulan kisaran 1,5 juta hingga 2 jutaan, itupun Ada beberapa penggemar sudah memes and dari jauh hari.

” Ini yang menjadi motivasi saya ternak burjng berkicau murai. Pasarnya penghobi Dan orang rumahan. Karena dengan kicau burungnya bisa meningkatkan harga burung Dan juga meningkatkan strata pemelihara, ” Tambahnya, Jumat (5/11/2021).

Hal yang tidak kalah pentingnya saya bercita -cita agar Sukaraja Gedong Tataan bisa menjadi ” Kampung Murai ” Dan bisa menggerakkan perekonomian masyarakat setempat melalui ternak buring berkicau. ( eeng)

 

Komentar