GR (PESAWARAN) – Setelah sebelumnya diwartakan oleh beberapa media online, bantaran sungai Way Semah yang mulai terkikis akibat banjir yang berada di Desa Bagelen Gedong Tataan di tinjau Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Dapil I Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran langsung turun ke lokasi.
“Saya baca berita keresahan warga, dan saya langsung datang ke sini untuk mengecek keadaanya, dan insyaallah setelah turun ini, nanti saya akan berkoordinasi dengan komisi III DPRD Pesawaran karena ini bidang mereka, agar nanti mereka yang menindaklanjutinya untuk memanggil stakeholder terkait agar mencarikan solusinya seperti apa,” jelas Aria Guna saat mengecek lokasi, Kamis (27/2).
Ia juga mengatakan, wajar bila masyarakat merasa khawatir, karena melihat kondisinya memang perlu penanganan yang serius untuk mengatasinya.
“Ini sangat memprihatinkan, mengingat kondisi abrasi ini ada di tengah tengah pemukiman warga, dan kondisinya juga hampir terjadi di sepanjang aliran sungai Way Semah ini,” jelas dia.
Diketahui sebelumnya, Warga Desa Bagelen Kecamatan Gedongtataan, khususnya yang rumahnya berada di bibir aliran sungai Way Semah, mengharapkan Pemerintah Kabupaten Pesawaran segera membangunkan Bronjong untuk mengantisipasi longsornya bibir sungai yang lebih parah di aliran sungai tersebut.
“Longsornya dinding sungai ini, sudah mulai sejak banjir pertama di tahun 2017, namun belum ada tindakan baik dari Pemkab maupun pemerintah Desa Bagelen. Ditambah parah lagi ketika banjir yang terjadi beberapa waktu lalu,” jelas Mul salah satu warga yang rumahnya hampir terdampak longsornya bibir sungai.
Sementara itu, Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, membenarkan abrasi yang terjadi di Dusun II Desa Bagelen tersebut, dan untuk mengatasi permasalah tersebut, dirinya telah menyampaikan kepada Balai Besar Sungai Way Sekampung (BBSWS) Provinsi Lampung, saat melakukan peninjauan pasca banjir di desa setempat.
“Kita sudah sampaikan keluhan masyarakat itu ke BBSWS, dan mereka meminta kami pemerintah desa untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemkab kalau sudah dapat rekomnya, pihak balai akan melakukan penalutan,” ungkapnya.
Dirinya juga mengatakan, Desa Bagelen memang menjadi desa langganan banjir ketika musim penghujan, maka dari itu penalutan memang perlu dilakukan.
“Kalau harapan kami sih, sepanjang aliran Way Semah wajib ditalud, karena itu dapat membuat masyarakat merasa aman ketika musim hujan tiba,” terang dia.( Red)






Komentar