Areal Dan Sapras P3 Kota Agung Tanggamus Segera Direhab

GR (Tanggamus) – Areal dan Sarana Prasana (Sarpras) Pelabuhan Perikanan Pantai (P3) Kota Agung, Tanggamus akan dibenahi dan direhab bangunan tahun ini.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (KUPTD) Wil III Kota Agung Tanggamus Dinas Kelautan Provinsi Lampung Endro Basuki Prabowo, untuk pembangunan dan rehab areal P3 saat ini dalam proses tender proyek, dan perkiraan bulan 4 atau 5 sudah masuk pengerjaan.

Adapun sarana yang akan dibenahi dan direhab adalah bangsal pengepakan yang semula di bagian depan halaman tempat pelelangan ikan (TPI) dipindah kebelakang TPI memanfaatkan bangsal pemasaran ikan yang selama ini tidak ditempati pedagang ikan.

“Bangsal pemasaran dibelakang TPI yang kosong, kita jadikan bangsal pengepakan dan diperluas lagi bangunannya. Sedangkan bangsal pengepakan yang lama yang berada didepan TPI kita akan bangun dan di jadikan lapak lapak pemasaran ikan,” katanya, Rabu (12/02/2020).

Endro mengatakan selain itu akan dibangun juga drainase areal pengepakan ikan, areal pemasaran ikan serta di TPI sendiri, sehingga kedepan air limbah ikan tidak lagi menggenangi areal P3 yang berimbas kekumuhan.

Selanjutnya halaman yang selama ini ditempati pedagang dan dijadikan lapak lapak tenda pemasaran akan dijadikan areal parkir serta taman pelabuhan.

“Tentunya kedepan akan lebih teratur, bersih, nyaman dan asri dengan pohon pohon yang akan kita tanam. Begitu juga parkir para pengunjung akan teratur dan rapih, sebagai usaha dan upaya kami meningkatkan pelayanan,” ujarnya.

Endro juga menerangkan, dari pelabuhan perikanan Kota Agung cukup signifikan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) sejak berdirinya UPTD sejak tahun 2017 lalu, yang mana pencapaian PAD selalu melampaui target.

“Tapi ditahun kemarin karena terkendala cuaca ektrim, berimbas turunnya PAD, yang ditarget Rp250 juta hanya terealisasi Rp230 juta. Namun tahun ini kami optimis akan melampaui target lagi apalagi areal pelabuhan sudah kita benahi, pemasukan dari retribusi lelang, sewa lahan, pas masuk dan tambat labuh akan lebih maksimal,” terangnya.

Endro menambahkan, untuk aula TPI belum dibenahi tahun ini karena keterbatasan anggarsn, sedangkan breakwater akan dilanjutkan pembangunan juga tahun ini.

“Areal lelang ikan belum direhab tahun ini karena perlu dana besar, memang gedung dan bangsal TPI tersebut sudah usia tua dan butuh pembangunan, ya mudah mudahan kedepan bisa. Untuk break water tahun ini dilajutkan pembangunannya, dalam rangka memaksimalkan lokasi tambat labuh kapal nelayan. Adapun secara rinci dan detail anggaran dana dan ukuran tekhnis bangunan bangunan yang di kerjakan, bukan wewenang saya menjawabnya, hanya itu saja informasi yang dapat saya berikan,” pungkasnya.(WnRh).

Komentar