GR (NAGEKEO) – Seorang wartawan di Kabupaten Nagekeo atas nama Severinus Waja melaporkan akun FB dengan nama Damian Mpg di Polres Nagekeo pada Senin (7/9/2020).
Severinus Waja yang merupakan wartawan liputan4.com biro Nagekeo ini mengungkapkan kekecewaannya atas komentar akun FB Damian Mpg dalam kolom komentar di Group Facebook Ekspresi Nagekeo.
Pada wall yang diposting akun Elang Mau terkait berita tentang Oknum ASN di Nagekeo yang Diduga Manfaatkan Alat Berat Milik Dinas PUPR Nagekeo untuk Kepentingan Pribadi, Damian Mpg berkomentar “Periksa dulu pokirnya. Mereka pake alat berat tidak sebodoh apa yang ditulis wartawan goblok, yang menulis tanpa konfirmasi”.
Menanggapi hal tersebut, Sevrin Waja merasa dilecehkan sebagai seorang wartawan. “Saya mengerti kode etik jurnalistik dan tidak mungkin saya tulis berita tanpa informasi dan narasumber”, ujar Sevrin.
“Statement wartawan goblok itu yang saya rasa salah besar. Itu artinya dia bilang semua wartawan goblok. Damian Mpg bilang Saya tidak konfirmasi Sekretaris Dinas PUPR Nagekeo ketika saya menulis berita dengan judul “Oknum ASN di Nagekeo Diduga Manfaatkan Alat Berat Milik Dinas PUPR Nagekeo untuk Kepentingan Pribadi”.
“Pertanyaan saya, Damian Mpg ini sebagai apa di dinas PUPR? Makanya kalau baca berita itu harus sampai tuntas, jangan setengah-setengah. Saya sudah buat laporan secara resmi, dengan nomor : STPL/79/VIII/2020/NTT/Res Nagekeo”, tegasnya.
Ketua Aliansi Jurnalis Nagekeo (Arjuna), Doni Moni (TVRI) kepada media ini mengatakan bahwa pernyataan saudara Damian Mpg dalam komentarnya di group FB Ekspresi Nagekeo telah merusak citra jurnalis di mata publik. Ini juga menjadi pelajaran bagi publik agar bijak bermedsos. Harus punya etika dalam menyampaikan pendapat di media sosial.
“Bagi saya, komentar Damian Mpg tersebut telah melecehkan institusi wartawan. Seharusnya jika merasa tidak puas, perlu di klarifikasi secara baik. Bukan asal comment di media sosial. Saya minta agar kasus ini diproses sampai tuntas agar serta menjadi bagian dari edukasi bagi semua yang bersangkutan serta para pengguna media sosial lainnya”, tegas Doni.
Sementara itu, Sheriff Goa (Sergap) yang juga didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina Arjuna berharap agar pihak polres Nagekeo mengusut tuntas kasus ini. Sherif Goa juga meminta agar pemilik akun Damian Mpg segera di periksa agar masalahnya menjadi jelas, sehingga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi publik.
Dihubungi terpisah, akun FB Damian Mpg dengan nama asli Damianus Mere menyampaikan bahwa komentarnya tersebut ditujukan kepada wartawan yang menulis berita tanpa konfirmasi. Dalam hal ini terhadap wartawan yang menulis berita dengan judul Oknum ASN di Nagekeo Diduga Manfaatkan Alat Berat Milik Dinas PUPR Nagekeo untuk Kepentingan Pribadi itu.
“Tujuan saya yakni mengkritisi wartawan yang menulis berita tentang Oknum ASN di Nagekeo yang Diduga Manfaatkan Alat Berat Milik Dinas PUPR Nagekeo untuk Kepentingan Pribadi itu. Ketika menulis berita harus konfirmasi secara baik dan berimbang. Saya tidak punya niat untuk melecehkan wartawan secara keseluruhan”, ungkap Damian.
Saat dihubungi, Damianus Mere juga mengatakan tidak tahu bahwa dirinya telah dilaporkan ke Polisi. Ia juga mengakui bahwa yang ia hubungi itu saudara Ansel Mere (Sekretaris Dinas PUPR) dan ia mendapat jawaban dari Ansel Mere yang diduga manfaatkan alat berat itu tidak dikonfirmasi oleh wartawan yang bersangkutan. (Jhonatan Raga)








Komentar