GR ( Lampung Timur) – Berasal dari keluarga buruh Ahmad Ariyadin (1) anak dari pasangan Samsudin (37) dan Ibu Kasriati (32), yang kesehariannya bekerja sebagai buruh deres air nira dari pohon kelapa (bahan pembuat gula merah) harus berjuang agar dapat mempertahankan kehidupannya karena menderita Hydrovefalus sejak lahir.
Mirisnya meski kedua orang tua yang bertempat tinggal di Dusun Tebing RT/RW 015/004 Desa Sukadana Jaya Kecamatan Sukadana Lampung Timur sudah berupaya menjadi peserta BPJS mandiri, belumlah menyelesaikan masalah. Pasalnya kedua orang tua tidak mampu membiayai keseharian selama berada di RSUD Abdul Muluk Bandar Lampung.
” Saya sangat Prihatin karena bukan saja perihal ketidak mampuannya menanggulangi biaya hidup selama di RSUD, ternyata untuk membayar bulanan BPJS saja tidak mampu, sehingga punahlah sudah upaya orang tua untuk melakukan penyembuhan di RSUD Abdul Muluk,” ujar Ansori yang mewakili Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur, Selasa (9/7/19) .
Tindakan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur:
1.Menginformasikan permohonan warga tersebut Kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pengendalian Penduduk Lampung Timur Ibu Drs Farida Nurma, beserta Kabid, Kasi & ketua P2TP2A Lampung Timur.
2.Mengunjungi Ahmad Ariyadin dirumahnya, pada hari Senin 8 Juni 2019 pukul 16.00 wib s/d pukul 18.00 wib.
3.Memberikan penjelasan kepada orang tua Ahmad Ariyadin terkait tugas & wewenang Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pengendalian Penduduk, & Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A),
Bahwa:
A.Terkait anak yg sakit terlebih dari keluarga tdk mampu, untuk dilakukan Pendampingan, mengarahkan, & membantu melaporkan ke Bupati, Dinas terkait, Ketua P2TP2A, dan pemangku kepentingan lainnya.
B.Bersinergi dg Dinas terkait, membantu
mencari solusi biaya diluar tanggungan BPJS kesehatan, & mengupayakan membantu pembayaran iuran bulanan BPJS kesehatan yg menunggak.
C.Akan berkordinasi dengan Dinas terkait & BPJS kesehatan, untuk dapat merubah jenis kartu BPJS kesehatan, dari yg Mandiri menjadi kartu BPJS kesehatan yg ditanggung pemerintah, (jika program tersebut memang ada).
4.Berupaya untuk mencari Donatur, baik perorangan, kelompok, komunitas maupun yayasan.
Kesimpulan:
1.Ahmad Ariyadin, layak untuk dilakukan Pendampingan, langsung maupun tidak langsung.
2.Mengajukan Ahmad Ariyadin kepada pemerintah Lampung Timur, jika masuk dalam kriteria program pemerintah, terkait pengobatan & Ambulance gratis bagi Masyarakat Lampung Timur yg memiliki KTP-e. ( ANS)






Komentar