gerbangrepublik ( Pesawaran) – Keberhasilan Tanam bawang merah di Desa Sukadadi Kecamatan Gedong Tataan menjadi perhatian berbagai pihak, pasalnya Kabupaten Pesawaran Lampung bisa menjadi Brebes nya Jawa Tengah yang merupakan penghasil Bawang yang sangat terkenal.
Kabid Holtikultura, Dimyati menjelaskan, penen Demplot Bawang Merah ini merupakan kerjasama dengan kelompok tani Desa Sukadadi, sebagai lanjutan dari program-program Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura untuk memperluas lahan Tanaman Bawang.
“Demplotnya sendiri sekitar seperempat hektar ya. Selain itu di Tegineneng dan Way Ratai. Ini intinya disini ya di Sukadadi,” Ujar Kabid Holtikultura Dimyati,Selasa (1/10/2024)
Lebih lanjut dia mengatakan, Pemerintah Daerah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura menargetkan 50 hektar Tanaman Bawang.
“Selain Desa Sukadi, kita ada memperluas lahan di Daerah Tegineneng, di daerah Trimulyo, selain itu daerah Wayratai. Hasil bawang dalam satu hektar itu 8 ton kering ya,”katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, Pemerintah Daerah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura menargetkan 50 hektar Tanaman Bawang.
“Selain Desa Sukadi, kita ada memperluas lahan di Daerah Tegineneng, di daerah Trimulyo, selain itu daerah Wayratai. Hasil bawang dalam satu hektar itu 8 ton kering ya,”katanya.
“Kalo di tataan ini kan lahannya lahan sawah ya, ya mungkin kita sosialisasi dari tahun kemarin, karena diseling ya tanaman padi ketanaman bawang. Karena sosialisasi dengan bawang ini lebih menguntungkan dengan tanaman lain,”tandasnya.
Sementara itu, kepala Desa sukadadi Rudi Maryoto menerangkan, Desa Sukadadi sudah mendeklarasikan diri sebagai kampung penghasil bawang Merah Pertama yang ada di Kabupaten berjuluk Andan jejama tersebut.
“Memang benar, beberapa bulan yang lalu memang kami mendeklarasikan desa Sukadadi menjadikan Brebes nya Pesawaran (nama daerah, provinsi Jawa Tengah- red) dan ini akan terwujud apa bila ada nya support dari Pemerintah,”Kata Rudi Maryoto
Untuk menguhujudkan Kampung penghasil Bawang Merah, lanjut Rudi Maryoto, tentunya para petani membutuhkan dukungan, hal ini mengingat para petani masih baru dalam dunia pertanian khususnya petani bawang merah.
“Jujur kami sebagai petani bawang merah, kami masih pemula masih belajar. Butuh pengalaman butuh ilmu, maka dari itu kami berharap kepada dinas,agar kiranya bisa membawa untuk pelatihan petani kami supaya bisa menjadi petani bawang merah yang berhasilnya,” Pungkasnya.( red)






Komentar