gerbangrepublik (Bandar Lampung ) – Guna meningkatkan kan pariwisata di bumi Andan Jejama, Dinas pariwisata pesawaran menggelar Pelatih pengelola Desa Wisata dengan di ikuti 20 desa di laksanakan di Hotel D, green Bandar Lampung, Rabu (21/6/2023).
Sekertaris Daerah Pesawaran Wildan,SE yang di wakili Asisten 2 Bidang Pemerintahan dan Ekonomi Marzuki mengatakan Kabupaten Pesawaran dengan panorama alam yang menarik serta kebudayaannya yang unik .
“Ini merupakan daerah tujuan wisata dan aset potensial untuk dikembangkan dengan prinsip Sapta Pesona untuk Menjadikan Pesawaran Sebagai Bumi Wisata pada tahun 2025,” Ujarnya
Hal ini diperlukan kesiapan semua pihak untuk bahu membahu menciptakan Pesawaran yang Aman, Nyaman, Indah dan Tertib.
“Serta mampu memberikan kenangan yang mempesona bagi para wisatawan,sehingga Pesawaran tampil memukau sebagai salah satu tujuan wisata di Provinsi Lampung, ” Ukapnya.
Namun untuk menunjang kepariwisataan di Bumi Andan Jejama, perlu lebih digali potensi yang ada dengan mewujudkan 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas).
“Saya katakan demikian karena, Tren Pembangunan pariwisata saat ini lebih memihak kepada masyarakat,” Jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Pesawaran, Anggun Saputra mengatakan pelatihan tersebut sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dari sebelas kecamatan.
“Pelatihan berlangsung pada 21 hingga 23 Juni 2023, diikuti oleh puluhan peserta perwakilan dari desa wisata yang ada di Kabupaten Pesawaran,” katanya.
Menurut Anggun, kabupaten setempat kini telah memiliki 50 desa wisata yang tersebar di sebelas kecamatan. Satu diantaranya telah mendapat nominasi lima besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022 lalu.
“Kita juga sedang mengupayakan agar desa wisata tumbuh menjadi wisata alternatif selain wisata pantai di pesisir Pesawaran, tentunya ini membutuhkan kerja sama multi pihak, pemerintah melalui organisasi perangkat daerah terkait maupun masyarakat” katanya.
Sementara, Kabid Destinasi dan Insdustri Pariwisata, Dispar Pesawaran, Yudiana mengatakan kabupaten setempat tengah mengembangkan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat atau Comunity Based Tourism (CBT).
“Pariwisata berbasis masyarakat ini adalah pola pemberdayaan bagi pelaku pariwisata di desa, sekaligus sebagai langkah untuk meningkatkan kesejahteraan di desa,” katanya.
Pembukaan acara tersebut turut dihadiri Ketua PWI Pesawaran. M Ismail, serta perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten setempat ( rls)






Komentar