GR ( PRINGSEWU) – Menjadi pengemudi angkot merupakan pilihan profesi yang dijalani oleh Edi yang beralamat di Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Lampung sejak tahun 2000 yang lalu. Namun demikian penghasilan bukan bertambah melainkan menurun dibeberapa tahun ini.
” Penghasilan setiap harinya menurun sejak tahun 2015 hingga kini, ” jelas Edi, Kamis (9/1/2020).
Lebih lanjut menurut Edi kepada gerbangrepublik.com saat bertemu usai solat Ashar di salah satu masjid di jalan raya Gadingrejo mengatakan, meski jumlah angkot terus berkurang akan tetapi mencari penumpang sangat sulit sehingga pendapatan juga menurun.
” Trayek angkot saya Pringsewu ke Gedongtataan Pesawaran, tapi saya hanya sampai Gadingrejo tidak ke Gedongtataan. Pasalnya sulit mencari penumpang,” tambahnya.
Saya berharap Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui Dishub atau instansi terkait, dapat mentertibkan kendaraan angkot yang tak berizin ( bodong -red), sehingga angkot yang resmi kisaran 50 angkot bisa meraih pendapatan yang cukup.
” Sebagai pengemudi sekaligus pemilik angkot saja mencari pendapatan bersih 100 ribu perhari saja sulit, apalagi sopir yang harus setor kepemilik,” jelas Edi yang merupakan salah satu anggota Angkot Club’ Lampung wilayah Kabupaten Pringsewu.
” Tarbukti saat ini angkot jurusan Pringsewu ke Sukoharjo , maupun Ke arah Pardasuka sudah tidak ada. Karena memang penumpangnya sudah beralih ke kendaraan lain,” ujarnya lagi ( red)






Komentar