GR( Tulangbawang Barat) – Bagaimana tidak anggaran rutin yang sudah dianggarkan itu seperti nya terkesan hanya formalitas saja,bahkan seperti tidak di alokasikan sesuai dengan kegunaan nya.
Pengelolaan Agrowisata yang diketahui dikelola langsung oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tubaba sejak awal beroperasi yaitu pada tahun 2012, Dinas Pertanian setempat selalu menganggarkan dana untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman serta pengoperasian sarana pelengkap yang ada di Lokasi Agrowisata tersebut.
Diketahui besaran anggaran yang dikucurkan oleh Dinas Pertanian untuk melakukan perawatan dan pengoperasian sarana tersebut sekitar kurang lebih Rp. 100 Juta. Dimana anggaran tersebut di gunakan untuk membeli Pupuk, Obat-obatan dan belanja bahan bakar untuk pengoperasian mesin penyiraman tanaman (Alkon), sementara fakta dilpangan sangat jauh berbeda, tanaman banyak mati,bahkan alat-alat ataupun mesin sudah rusak dan tidak lagi terawat.bahkan beberapa titik sumur bor dilokasi Agrowisata ada salah satunya yang tidak lagi memiliki tabung air.
Saat ditemui diruang kerjanya Kepala Dinas Pertanian Tubaba Samsul Komar mengatakan,” Kita selalu mengganggarkan perawatan itu secara rutin setiap tahun nya, Sekitar 100 juta pertahun.itu diperuntukkan untuk biaya pembelian pupuk, Obat-obatan, dan biaya bahan bakar untuk pengoperasian mesin penyiraman tanaman.” Akunya Senin (8/7/2019)
Sementara untuk Penghasilan Asli Daerah (PAD) yang di peroleh dari Taman Agrowisata tersebut Samsul Komar menerangkan bahwa, Sampai saat ini Taman Agrowisata tersebut Belum dinyatakan resmi Sebagai tempat wisata.”Kalau untuk PAD ya memang belum ada karena ini kan sedang tahap pengembangan.” Ujarnya (Joni)










Komentar