Warga Pekon Klaten Pringsewu Tersambar Petir Saat Hujan Disertai Angin

GR ( Pringsewu) – Hujan disertai angin dan petir di Kabupaten Pringsewu Lampung, Sabtu (15/6/19) seorang petani di Pekon Klaten Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu akhirnya menghembuskan nafas terahir setelah tersambar petir saat berteduh di saung yang berada ditengah sawah.

Menurut Kepala BPBD Pringsewu M.Khotim, korban meninggal dunia bernama Tunggono (54) warga RT 002/001, Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo.

“Sekitar pukul 15.30 WIB korban sedang berada di sawah, namun karena hujan turun korban berteduh di saung kemudian tersambar petir, korban mengalami luka dibagian kepala, “kata M.Khotim, Sabtu (15/6) petang.

Terpisah Jahron warga Klaten menuturkan, lokasi sawah korban berada di dekat Komplek Perkantoran Pemkab Pringsewu.

“Saat itu korban sendirian berteduh di saung namun tidak jauh dari saung tersebut ada juga beberapa orang yang sedang berteduh (disaung) tapi tidak terkena sambar petir,” kata Jahron.

Dikompirmasi terpisah Kapolsek Gadingrejo Iptu Anton Saputra membenarkan kejadian tersebut.

“Ya ada seorang warga Klaten korban meninggal dunia tersambar petir sekitar pukul 15.30 WIB,” singkat Kapolsek.

Dihari yang sama 6 orang warga Banyumas Kabupaten Pringsewu dikabarkan terkena sambar petir saat memancing di salah satu kolam pemancingan di Pekon Nusaungu, Kecamatan Banyumas, Sabtu (15/6) sore.

Suherman warga Banyumas mengatakan, mendapat kabar dari petugas kepolisian jika ada 6 orang yang kesambar petir saat memancing di salah satu kolam pemancingan di Pekon Nusaungu.

“Infonya sekitar pukul 16.00 WIB, salah satu diantaranya dikabarkan meninggal dunia,” kata Suherman melalui sambungan telepon.

Sementara Kepala Pekon Nusaungu, Joko membenarkan kejadian tersebut.
Joko yang juga ketua Tagana Pringsewu mengatakan saat ini sedang berada dilokasi untuk mengevakuasi para korban. “Satu korban meninggal dunia atas nama Purwanto (36) warga Nusaungu,” kata dia.

Menurutnya, Purwanto bersama ke lima rekannya memancing di kolam pemancingan milik Taufiq warga setempat. Namun karena lokasinya tidak bisa dijangkau kendaraan roda empat sehingga sedikit kesulitan untuk mengevakuasi para korban. “Yang memancing ada 6 orang, 1 warga Banyumas, 2 warga Nusaungu, 1 warga Sukamulya, 1 warga Sri Way langset dan 1 warga Giri Tunggal,” paparnya.

Dia mengatakan sebagian korban saat ini sedang menjalani perawatan di klinik Siliwangi. (Sln)

Komentar