oleh

Watoni Noerdin Jabat Ketua Pansus Bank Lampung

GR, Bandar Lampung – Hujan interupsi warnai rapat paripurna pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Bank Lampung oleh anggota DPRD Lampung, Rencananya hasilnya akan kembali diparipurnakan pada Jumat (24/1) mendatang. Selesa, (14/01).

Hujan interupsi lantaran adanya perbedaan nama ketua Pansus yang dibacakan oleh pimpinan sidang dengan hasil rapat bersama anggota pansus.

Interupsi pertama datang dari PKB, Noverisman Subing. Alasanya, yang dibacakan pimpinan berbeda dengan hasil keputusan bersama dengan anggota pansus.

“Interupsi pimpinan, dalam rapat tadi bersama anggota pansus yang ditunjuk untuk menjadi ketua adalah Watoni Noerdin, bukan Yanuar Irawan, Ketua. Kenapa itu bisa berubah. Apa sekretariat itu buta dan tuli,” kata Noverisman Subing yang juga sebagai anggota Pansus Bank Lampung.

Meskipun sempat menolak dengan alasan kesehatan, akhirnya Watoni Noerdin mau dijadikan ketua pansus Bank Lampung berhasil dibentuk. Dan Watoni Noerdin dari fraksi PDI-P sebagi ketua Pansus, wakil ketua Darlian Pone dari fraksi Golkar dan seketaris, Mirzalie dari fraksi Golkar.

Dilain sisi Ketua Pansus Bank Lampung, Watoni Noerdin menganggap hujan interupsi merupakan hal biasa.

“Parlemen kalau tidak ada dinamika seperti itu, tidak ada warnanya. Kalau ada dinamika sepeeti itu, proses berdemokrasi dan aspirasi menjadi warna. Jadi bagi kami, itu hal biasa,”ucap dia.

“Kedepan, kita akan bakal menyusun, mekanisme dan metode kerja yang akan dijalankan besok hingga batas waktu yang telah ditentukan pada 24 Januari mendatang,”ucap dia.

Untuk diketahui, Rapat paripurna DPRD provinsi Lampung ini dalam rangka pembentukan panitia khusus (Pansus) pembahasan Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan atas kegiatan operasional tahun buku 2018 dan 2019 (semester I) pada Bank Lampung . (Adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed