oleh

Mahasiswa IIB Darmajaya Kuliah di Tiongkok : Dosennya Peduli dan Toleransi kepada Muslim

GR (TIONGKOK) – Ketiga mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menempuh studi selama enam bulan di Nantong Vocational University (NTVU) Tiongkok.

Hafidh Faresi Ifanka, Daffa Iqbal Rahmatullah, dan Dinda Alfikha Putri mengikuti program student mobility ke negeri Tirai Bambu. Kuliah di luar negeri juga menjadi pengalaman pertama ketiganya.
Daffa –biasa dia disapa – mengatakan terdapat beberapa perbedaan di Tiongkok mulai dari cuaca, lingkungan, dan pergaulan. “Cuaca disini 4 musim dan saat ini musim gugur jadi suhu udaranya kadang rendah,” ucap dia diamini kedua rekannya Hafidh dan Dinda Rabu, (23/10/19).
Dari sisi lingkungan, lanjut dia, kebersihan di Tiongkok merupakan nomor satu. “Untuk di perkotaan nomor satu (kebersihan) tetapi tidak dengan tempat tinggal mereka kurang perhatian. Orang-orang disini juga tidak terlalu peduli dengan penduduk yang lain,” ujarnya.
Mahasiswa Diploma III Manajemen Informatika ini juga sangat senang dapat bergaul dengan mahasiswa/i asing lainnya. “Dosennya di sini semua pada care, mereka sifatnya protect dan pedulinya tinggi sama mahasiswa asing. Responnya sangat cepat,” kata dia.
Hal senada juga dikatakan Hafidh yang merasa senang bisa berkuliah di Tiongkok. “Bersyukur karena teman-teman Tiongkok peduli sama kami. Dosennya juga lebih fast respon,” tuturnya.
Ketiganya juga selama di Tiongkok telah berkeliling ke beberapa tempat bersejarah. “Baru terakhir ini kami ke bagian South Street Nantong, Jiangsu. Ke desa pelosok kota bersama teman dari Tiongkok dan diceritakan sejarah desa itu,” kata Daffa diamini Dinda dan Hafidh.
Daffa dan Hafidh juga merasakan pengalaman beribadah di masjid dengan minoritas muslim ketika Salat Jumat.”Mengingat Agama Islam di sini minoritas dan kebanyakan juga dari luar negara yang datang salat. Selama salat, toleransi di sini ditunjukkan dengan adanya polisi yang menjaga di gerbang,” ucap Daffa.
Menurutnya, makanan di Tiongkok memiliki ciri khas dari aromanya. “Kami membeli makanan dengan teman dari Tiongkok untuk menghindari makanan yang tidak halal. Untuk harga di sini murah, porsinya besar jadi mengenyangkan,” imbuhnya.
Sementara, Wakil Rektor IV IIB Darmajaya, Prof. Dr. Ir. RA Bustomi Rosadi, M.S., mengatakan ketiga mahasiswa menjalani program student mobility untuk menambah wawasan internasional. “Kampus memberikan peluang sebesar-besarnya kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman studi di luar negeri dengan student exchange dan program lainnya,” ucapnya.
Dia berharap dengan berkuliah di Tiongkok dapat menambah keilmuannya secara akademik maupun nonakademik. “Saat ini Tiongkok merupakan negara yang menjadi pusat perhatian dunia baik dari teknologi maupun ekonominya. Jadi mahasiswa harus memanfaatkannya untuk mendapatkan banyak pengetahuan di NTVU dan menularkan kepada mahasiswa/i IIB Darmajaya lainnya,” tutupnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed