Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Ada Di ” Teluk Hantu”

oleh

 

GR ( Pesawaran) – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 74 (1945 – 2019) Bangsa Indonesia tidak lepas dari perjuangan rakyat Bangsa Indonesia untuk melawan penjajah merebut kemerdekaan.

Ribuan pahlawan harus gugur hanya untuk merebut kemerdekaan, meski dengan bambu runcing dan semangat Kemerdekaan .

Salah satu mengisi kemerdekaan adalah bagaimana mencerdaskan anak bangsa dengan melalui pendidikan sejak usia dini.

” Pahlawan Tanpa tanda Jasa” itu istilah yang lebih tepat sebagai guru dengan golongan III d. Kepada gerbangrepublik.com Emilia Katarina mengatakan, mengabdi sebagai guru sudah dilakoni sejak tahun 1988 yang pada waktu itu masih Kabupaten Lampung Selatan dan di tempatkan di SDN 1 Pagar Kaya yang dulu SDN 5 Sukarame .

Setelah Memisahkan diri dari Kabupaten Lampung Selatan dan masuk wilayah Kabupaten Pesawaran sekarang sekolahnya menjadi SDN 9 Punduh Pidada.

Ketika awak media ini ingin lebih jauh mengupas tentang bagaimana keseharian mengajar di daerah terpencil, Emilia Katarina hanya dengan senyum mengatakan tetap melakukan aktivitas sebagai guru di perkampungan sekitar masyarakat nelayan yang orang kenal dengan nama pantai ” Teluk Hantu”.

” Saya hanya sebagai guru disana, lebih kurang satu tahun lagi saya pansiunan sebagai PNS,” jelasnya dengan nada tenang.

Dengan bergegas karena pelatihan akan segera dimulai, ibu guru Emilia Katarina mengaku belum menerima penghargaan berupa honor tambahan yang disebut dengan guru di daerah terpencil (Dacil).

” Saya pernah menerima menerima sekali dalam setahun, setelah itu tidak menerima lagi karena menurut zona daerah kami bukan daerah yang terpencil, saya juga kasian dengan dua guru yang masih berstatus honor yang juga tidak menerima imbalan berupa tambahan karena bertugas di daerah terpencil,” tambahnya.

Katarina juga mengatakan, kami di sekolah hanya ada 4 guru dengan 2 sebagai ASN dan uang dua adalah honorer. Meski upaya berkali kali mengusulkan ke Kabupaten agar guru di sekolahnya mendapat tambahan dengan sebutan honor dacil, ternyata hingga kini tidak pernah menerima .

” Ya mau bagaimana lagi, orang katanya tempat saya mengajar tidak masuk wilayah zona daerah terpencil, sedangkan setahu saya ada sekolah di Kecamatan yang sama dan lebih dekat dibandingkan sekolah saya malah menerima,” tambahnya lagi (red)