Akhmadi Sumaryanto : Penyelenggaraan Pemilu Serentak Tidak Efektif

oleh

GR (Bandar Lampung) – Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) dilangsungkannya penyelenggaraan Pemilu secara serentak pada tanggal 17 April 2019 lalu dinilai anggota komisi II DPRD Lampung, Akhmadi Sumaryanto tidak efektif.

Lebih lanjut wakil rakyat imi mengatakan, lantaran tidak terlalu mengenali sosok calon wakil rakyat tersebut, dan kurang sosialisasi sehingga mereka bingung saat akan mencoblos diruang TPS.

“Selain Masyarakat tidak memiliki banyak informasi melalui sosialisasi, maka berdampak hilangnya suara masyarakat,” tambah Akhmad Sumaryanto, Rabu (24/4/19).

Oleh karena itu, jika gelaran ajang pesta demokrasi lima tahunan ini berjalan efektif, semestinya dibuat terpisah antara pemilihan calon wakil rakyat dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), seperti Pilgub maupun Walikota dan Bupati hingga Pilpres. jadi tidak membingungkan masyarakat sebagai mata pilih dalam menyampaikan aspirasi hak pilih,terang dia.

“Dengan begitu, konsentrasi masyarakat tidak akan terpecah dan lebih fokus dalam menyalurkan hak pilihnya,”ujarnya.

Diketahui, pada gelaran Pemilu serentak tanggal 17 April lalu,di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 05 RT 05 Kelurahan Jagabaya II Kecamatan Wayhalim Bandar Lampung, penyelenggaraan Pemilu baru bisa dimulai pada pukul 10.00 Wib, dikarenakan berbagai persiapan yang harus diselesaikan.

Titin Jayanti (34) warga Kelurahan Jagabaya II di TPS 05 mengatakan, surat suara begitu banyak gambar gambar yang tidak dikenal, hanya satu dua orang yang dikenal kami,seperti gambar calon anggota DPRD Kota dan Provinsi,caleg DPD RI maupun gambar partai, ini membingungkan, kecuali gambar Calon Presiden dan Wakil Presiden, jelas ada dua calon, ujar warga yang bingung memilih.

” Seharusnya serentak boleh saja,akan tetapi ini terlalu banyak yang harus di coblos,kenal juga tidak,jadi coblos asal asal karena bingung,” kata Titin Hayani.

Dia berharap,pesta demokrasi lima tahunan yang merupakan penentu calon pemimpin, sebaiknya dikaji ulang dan di tata agar masyarakat tidak bingun memilih, harapnya.(di)