Miris, Gaji Guru Dipotong Untuk Bayar Koran Sekolah

oleh

GERBANGREPUBLIK(LAMTIM) — Ratusan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) di tiga Kecamatan Kabupaten Lampung Timur mejerit, terkait adanya pemotongan gaji Pokok yang diterimanya dengan dalih untuk membayar beberapa Langganan koran yang di bebankan kepada dirinya setiap bulannya.

Hal tersebut diungkapkan pada saat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mensosialisasikan tentang fungsi pers dan peran media dalam dunia Pendidikan.
Dalam hal itu Kepala Sekolah menyampaikan keluhannya, terkait Pemotongan gaji tersebut.

Di cetuskan oleh salah satu kepala Sekolah di Kecamatan Pekalongan, hal itu sudah lama terjadi Pemotongan dari mulai tahun 2016 sampai sekarang, dengan jumlah yang berpariasi.

” Setelah Gaji bulanan keluar, kami mengecek dan menarik uang melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), kemudian keluar Struk atau tanda bukti Gaji pokok pada saat mencairkan, dan sudah jelas adanya potongan, itu pun berpariasi. Biasanya mulai dari Rp 90.000 ribu sampai Rp 200.000 ribu tentunya tidak sama dengan kepala sekolah lainnya,” Ujar Kepala Sekolah yang minta namanya di rahasiakan.

Pemotongan gaji, lanjut Kepala Sekolah tersebut pernah di tanyakan kepada rekan-rekan kepala sekolah di kecamatan lain, dan ia pun mengakuinya terkait pemotongan tersebut.

” Kami sudah pernah menanyakan kepada Kepala Sekolah selain di kecamatan Pekalongan, ia pun mengalami serupa yang dialami oleh Saya ,”ungkapnya.

Diduga jeritan Kepala Sekolah sudah berlangsung lama namun baru saja kepala sekolah berani mengungkapkannya dan Kepala Sekolah menyakini adanya Oknum di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamtim bermain didalamnya.

“Saya pernah tanya kedinas, tapi jawabannya selalu tidak jelas dan saling lempar,” terangnya..

Sementara untuk dimintai keterangan terkait pemotongan Plt Kadis Dinas Pendidikan Thabrani Hasyim melalui telpon mengatakan supaya menghubungi sekretaris Dinas Pendidikan Marsan.

“saya masih baru dan belum tahu hal itu,”kata Thabrani.

Hal yang sama juga disampikan Sekertaris Disdikbud Lamtim Marsan.
“saya juga baru tahu ini kalau ada pemotongan untuk Langganan koran bahkan potong gaji lagi, dan saya akan panggil bendahara gaji saja karena Dia yang lebih tahu hal itu,” jelas Marsan.

Yatini bendahara gaji dinas mengakui kalau ada pemotongan uang koran melalui potong langsung gaji kepala sekolah.

“Betul kalau ada pemotongan uang koran di gaji kepala sekolah, nantikan bisa diganti dengan Dana BOS kalau dana BOS sudah cair,” terang Yatini, diruangan Sekretaris Dinas.(Selasa 26/03/19).

“Bahkan ini berlangsung sejak tahun 1999 sejak pemekaran Lampung Timur dari Lampung Tengah dan Kota Metro ini sudah berjalan,Siapapun yang jadi Kepala Sekolah harus ikut karena ada Memorandum Of Understanding (MOU),” terangnya.

Ditanya surat MOU nya beliau mengatakan tidak ada

“MOU nya tidak ada mas jadi kalau kepala Sekolah merasa keberatan silahkan saja buat surat keberatan nanti kita teruskan kepada pihak biro.biar nanti tidak dipotong lagi,” jawabnya.

Terkait diganti dengan dana Bos untuk uang gaji yang dipotong tidak sesuai dalam juknis BOS. sedangkan dalam juknis Bos Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2019 tidak ada untuk berlangganan koran yang ada dalam Komponen Pembiayaan BOS Reguler pada SD poin 1 huruf d. Yang berbunyi : Langganan Majalah atau Publikasi berkala yang terkait dengan melalui luring maupun melalui daring pada hal 22 dan 23.

“Saya tidak tahu kalau di juknis tidak bisa berlangganan koran untuk jenjang SD nanti saya akan tanya dulu sama pak manager BOS pak Kabid Dikdas Mas Karwin,” kata Yatini.(Tim)