Mengisi Kekosongan Waktu, Haru Karyawan PTPN VII Wabe Dapat Penghasilan Tambahan

oleh

GR (Gedongtataan) – Sekilas bercocok tanam sayur mayur tidak dilirik oleh orang, apalagi dengan lahan yang lebih kurang 1500 M2 tentu tidak akan menghasilkan pendapatan yang memadai.

Meski demikian, tidak bagi Haru pria yang beristri dan punya 2 anak yang bekerja sebagai karyawan PTPN VII Unit Usaha Way Berulu di Kecamatan Gedongtataan memanfaatkan lahannya bercocok tanam jenis sayuran katu.

Menurut Haru pada gerbangrepublik. Com, saat berada kebun, Kamis (10/1/2019) awalnya hanya iseng karena banyak waktu luang dirumah, lalu ia mencoba bercocok tanam sayuran jenis katu yang tak jauh dari perumahan dinas PTPN Wabe.

“Alhamdulillah dengan lahan yang berkisar 1300 M2 saya mendapat tambahan penghasilan rata rata antara dua ratus ribu hingga tiga ratus ribu rupiah setiap panen. Saya panen dengan memetik tanaman antara tiga hari sekali dan paling lama satu minggu, lumayan untuk kebutuhan menambah pendapatan rumah tangga, ” jelas haru kepada gerbangrepublik. com.

Ditambahkan Haru, bsrcocok tanam jenis sayuran katu selain tidak menggunakan lokasi yang luas, harus dekat dengan sumber air, dan dilakukan pemupukan yang twratur sehingga tanaman yang renta dengan panas bisa selalu segar dan tidak mudah mati.

Selain itu pangsa pasarnya tidak sulit karena katu selain banyak mengandung gizi biasanya warung lingkungan sekitar membutuhkan sayur mayur, kan bisa dititipkan.

” Saya tidak sulit memasarkannya, karena tukang sayur keliling datang langsung mengambil kerumah dengan harga yang sudah disepakati berkisar Rp 1000 perikatnya,” tambah heru.

Saya sebenarnya ingin mengembangkan usaha berkebun yang lebih luas dengan mengontrak lahan misalnya, akan tetapi semua terkendala dengan modal. (ri)