Tergeletak Di Rumah Kontrakan, Tiara Siswi SMAN 1 Gunung Sugih Menanti Sang Dermawan

oleh

GR (Lampung Tengah) — Malang nian nasib remaja putri bernama Tara Nadia Berliana(17) pelajar SMAN 1 Gunung Sugih yang mengalami Infeksi pada paha kanannya karena Pen yang terpasang belum di cabut karena tidak ada biaya.

Tara hanya tergeletak lemah di rumah kontarakan Ibu Hartini (44) yang merasa simpati pada keadaanyanya yang terletak di Lingkungan dua Gedung Sari,RT/RW 007/003, Kampung Seputih Jaya, Lampung Tengah.

Saat di sambangi Awak media dan aktifis anak Dian Ansori(17/10/18) di kontrakan milik Pak Rusdi tersebut Ibu Hartini berkenan bercerita tentang keadaan Tara.

“Bermula dari anak saya Amanda yang bercerita bahwa temennya sekolah yang bernama Tara paha kanannya berlubang serta mengeluarkan darah bercampur nanah hingga membuat dia(Tara) pingsan di Sekolah,lalu oleh pihak sekolah di bawa ke ruang UKS, selanjutnya oleh anak saya dan seorang temannya di antar ke Rsud.Demang Sipulau Raya Lamteng.

“Menurut dokter yang menangani bahwa Paha Rara Infeksi karena pen bergeser pasca kecelakaan setahun yang lalu dan jarang di kontrol ulang”Tambahnya.

Lalu Hartini juga menambahkan bahwa Tara hidup sebatang kara karena orang tuanya bercerai,Ibunya yang telah habis – habisan membiayai Tara terpaksa bekerja menjadi TKW di Singapore, sedangkan Ayahnya sudah hampir 14 tahun tak memperhatikan Tara, khabar terakhir Ayahnya menjabat sebagai kepala desa di Kabupaten Pesawaran.

Sementara Tara ketika di wawancarai di kamarnya yang sempit mengatakan bahwa lubang di pahanya sudah berlangsung lama namun dia tak tau harus mengadu pada siapa.

“Sudah 5 hari ini saya gak bisa sekolah karena memang gak kuat bangun,lalu kalo nunggu Operasi pengangkatan Pen entah kapan karena tak ada biaya dan saya tak punya BPJS”ujarnya sambil berlinang air mata.

“Do’ain cepat sembuh ya om,biar Tara bisa sekolah lagi dan bisa belajar seperti biasa”tambahnya sambil menyeka air matanya.

Tara juga menceritakan bahwa sampai saat ini Pihak Sekolah dan instansi terkait belum ada yang menjenguknya.
“Cuma beberapa temen dan ibu Hartini yang perhatian sama Tara,dari sekolah maupun Pemerintah belum ada om”pungkasnya
Perlu di ketahui bahwa Tara mengalami Tabrak lari setahun yang lalu di depan salah satu Rumah sakit swasta di Bandar Jaya yang mengakibatkan tulang paha kanan Tara patah dan Pamannya meninggal Dunia.(KEMAS)