Ini Alasan DPRD Provinsi Lampung Bentuk Pansus

oleh

GR – Dewan pimpinan sidang, Dedi Afrizal mengatakan, pembentukan Panitia Khusus (Pansus) tentang dugaan tindak pidana Pilkada 2018, di bentuk berdasarkan aspirasi masyarakat dan DPRD Provinsi Lampung hanya menindaklanjutinya.

“Pansus dibentuk, karena kami mendengarkan aspirasi masyarakat dan hanya menindaklanjuti, kita semua juga merasakan aspirasi masyarakat,” ujarnya, Kamis, (5/7).

Dedi mengaku, DPRD tidak mengambil keputusan dan hanya ingin melihat permasalah ini. Dan pihaknya tidak ada menduga atau menjatuhkan kedua belah pihak, tapi ingin melihat duduk kebenarnya apabila ada kebenaran atau tidak.

“Karena kita mengantisipasi jangan sampai kalaupun ini benar, ini akan berulang-ulang lagi, kan merusak sistem demokrasi kita,” kata dia.

Menurut Dedi, tidak melihat pasangan calon yang menang atau yang kalah.”Tapi kami hanya melihat kalau ada sesuatu yang dilaporkan masyarakat, dugaan money politik maka kita akan lihat ini secara jernih. Apakah itu memang terjadi,” ungkapnya.

Jika laporan dugaan money politik itu benar adanya, lanjut Dedi, tinggal mencari sumbernya kerena ini yang menjadi catatan kedepan agar dapat diantisipasi.

“Kalau bisa diantisipasi kemungkinan dapat merubah usulan atau sistem pengawasannya lebih ditingkatkan,” paparnya.

Dia menambahkan, dalam pembentukan Pansus, DPRD hanya merekomedasikan bukan yang mengambil keputusan.

“Pansu ini sifatnya rekomendasi bukan seperti keputusan daerah, tentunya Pansus dibentuk untuk mendalami bukti bukti Bawaslu agar saling memperkuat,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Suasana rapat paripurna DPRD Provinsi Lampung dalam rangka pembentukan panitia khusus tentang dugaan tindak pidana pemilu kepala daerah Provinsi Lampung, pada 27 juni 2018, yang digelar di ruang rapat Paripurna, DPRD Provinsi Lampung, Kamis, (5/7), ricuh.

Ada dua kubu anggota Dewan yang menyampaikan argumennya. Dua kubu tersebut yaitu kubu yang mendukung pembentukan Pansus dan Kubu yang menolak adanya pembentukan pansus. Mereka saling berebut menyampaikan argumen. Sehingga akhirnya pimpinan Dewan Dedi Afrizal memutuskan untuk menskorsing rapat selama 5-10 menit.